Rabu, 26 September 2018 04:28 WIB
pmk

Ekonomi

Holding Migas Dapat Membuat Efisiensi Radikal

Redaktur: Juni Armanto

PROSES-Pengerjaan pipa gas di Simpang Patal, Palembang, Sumsel beberapa waktu lalu. Foto : Evan Zumarli/Sumatera Ekspres/jpg

INDOPOS.CO.ID - Efisiensi selama ini selalu menjadi sorotan bagi banyak BUMN. Namun dengan terbentuknya Holding BUMN Migas yang menjadikan Pertamina sebagai induk holding serta PGN dan Pertagas sebagai subholding, efisiensi bisa ditingkatkan secara radikal.

”Holding BUMN Migas dapat membuat efisiensi radikal pada kebijakan open access, satu pipa yang sama bisa dipakai multi operator, sehingga tidak lagi terjadi redundancy,” jelas pakar BUMN Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto di JakartA, Minggu (8/7).

Selama ini memang banyak terjadi tumpang tindih infrastruktur pipa gas. PGN dan Pertagas yang bergerak pada sektor bisnis yang sama, sering membangun pipa pada area yang sama. Hal itu yang bisa dihindari melalui holding, karena akan ada kebijakan satu atap yang sama.

Efisiensi radikal sendiri bukan satu-satunya keuntungan yang diperoleh melalui pembentukan Holding BUMN Migas. Menurut Toto, secara legal pun akan ada keuntungan yang diperoleh yaitu, terjadinya konfirmasi positif, sehingga Pertamina sebagai induk holding memiliki bargaining position yang lebih kuat, baik dari sudut finansial dan institusional. ”Dengan demikian, maka proses value creation bisa lebih cepat dilaksanakan,” tegasnya.

Dari berbagai keuntungan itulah, keberadaan Holding BUMN Migas sangat berarti dalam upaya meningkatkan daya saing. Karena selama ini, daya saing BUMN di tingkat internasional memang relatif rendah. ”Size Pertamina sebagai national oil company (NOC) relatif lebih kecil dibandingkan NOC lain, baik dari sisi in terms of asset maupun revenue atau profitnya,” kata Toto.

Persoalan tersebut bisa teratasi melalui Holding BUMN Migas, lanjut Toto, karena value creation bisa lebih cepat dilakukan, sehingga size Pertamina sebagai NOC bisa lebih kompetitif.

Di luar negeri, banyak contoh bahwa perusahaan bisa menjadi sangat kuat setelah membentuk holding. Contoh sederhana adalah Petronas yang saat ini sudah menjelma menjadi salah satu raksasa dunia. ”Petronas merupakan holding yang memiliki bisnis di hulu dan hilir Migas. Sinergi bisa diciptakan karena mereka juga berfungsi sebagai regulator seperti Pertamina dulu,” tutup Toto. (pgb/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bumn-migas #pertamina #pgn #pertagas 

Berita Terkait

IKLAN