Selasa, 17 Juli 2018 10:42 WIB
bjb juli

Nusantara

Nekat Jual Hutan Lindung, Pejabat BPN Ditahan Polres

Redaktur: Juni Armanto

ILUSTRASI-Salah satu kawasan hutan lindung di Indonesia. Foto: Johanny/Radar Tarakan/JPG

INDOPOS.CO.ID - Polres Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kembali menetapkan satu tersangka baru pada kasus jual beli hutan lindung Genting, Desa Gajah, Kecamatan Pining, Gayo Lues. Sebelumnya, polisi sudah menetapkan dua tersangka lainnya.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama, mengatakan, tersangka yang baru ditetapkan adalah mantan pejabat BPN Gayo Lues, saat ini menjabat di BPN Aceh Jaya berinisial AK, 42.

"Tersangka sudah kita tahan di Mapolres Gayo Lues guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus terkuak berawal dari adanya penyertifikatan di kawasan hutan lindung Genting. Berlanjut dengan adanya jual beli hutan lindung yang sudah disertifikatkan," katanya.

Katanya, jual beli hutan lindung itu mulai terkuak dan polisi langsung memeriksa saksi-saksi dan menetapkan SO warga Desa Kampung Jawa sebagai tersangka, ia diduga terlibat memasukkan data otentik untuk pembuatan sertifikat prona hutan lindung bersama tersangka berinisial SM, 37, warga Desa Ujung Dah, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Ada sekitar 250 hektare (ha) hutan lindung di daerah Genting, Desa Gajah, Kecamatan Pining dibuatkan sertifikatnya oleh BPN dengan total sertifikat mencapai 145 persil, dan semua sertifikat itu dibuat dari prona program pemerintah. Kawasan tersebut saat ini sudah menjadi perkebunan sere wangi masyarakat. 

"Para tersangka kita sangkakan melanggar Pasal 266 KUHP tentang memasukan keterangan palsu kedalam data otentik dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatanya," sebut Eka. (yud/bai/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #hutan-lindung #jual-beli #aceh 

Berita Terkait

Polisi Gulung Sindikat Pengedar Ganja di Aceh

Nusantara

IKLAN