Selasa, 13 November 2018 11:42 WIB
pmk

Internasional

12 Pelajar Thailand yang Hilang 2 Minggu di Gua Berhasil Selamat

Redaktur:

Ke-12 korban terjebak di gua bersama pelatih mereka sebelum terjebak di gua. Foto: Thai TV

INDOPOS.CO.ID - Empat dari 12 pelajar yang terperangkap di dalam gua di Thailand akhirnya bisa menghirup udara segar pertama mereka setelah 15 hari mereka terjebak di dalam gua Tham Luang. Misi penyelamatan selama tiga setengah jam yang dipimpin penyelam dari Inggris berhasil mengeluarkan mereka dari dalam gua gelap dan lembab.

Seperti dilaporkan Daily Mail, misi penyelamatan yang dilakukan terhadap para remaja ini terbilang cukup rumit. Mereka haruis diberi pakaian selam lalu diajak menyelam menelusuri lorong gua yang berliku-liku dan penuh dengan air. Lorong gua yang dipenuhi air itu memang cukup rumit, berliku dan panjang. Bahkan, di beberapa titik lorong tersumbat oleh lumpur sehingga merenggut nyawa seorang penyelamat yaitu penyelam dari angkatan laut elite Thailand pada Jumat lalu.

Sesaat setelah berhasil menghirup udara bebas di luar gua, mereka menangis penuh hari di pelukan orang tua masing-masing.

Anak pertama yang berhasil keluar dari gua adalah Monhkhol Boonpiam, 13, yang dikenal sebagai Mark. Lalu kedua adalah Prajak Sutham, yang dikenal sebagai Note. Ketiga, Nattawoot Thakamsai, seorang penderita asma berusia 14 tahun yang orang tuanya telah kehilangan bayi perempuan karena kanker. Terakhir datang Pipat Bodhu, 15, alias Nick, yang bahkan tidak masuk tim tetapi datang sebagai teman kiper.

Delapan pemain muda lainnya hingga tadi malam masih berada di dalam gua karena pertimbangan teknis dan keamanan. Namun, tim penyelamat sudah memberi mereka makanan dan minuman serta kebutuhan hidup selama terjebak di dalam gua.

Rencana, hari ini operasi penyelamatan tahap kedua akan dilakukan. Selain delapan anak tersisa, pelatih tim sepakbola Wild Boars, 25, juga tetap masih di dalam gua untuk menunggu operasi penyelamatan tahap berikutnya.

Helikopter mengangkut empat korban yang diselamatkan dari gua. Foto: Thai TV

Hari ini, operasi penyelamatan diharapkan bisa dituntaskan mengingat ancaman hujan deras. Dikhawatirkan, hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut akan memb uat air memnuhi lorong-lorong gua dan membanjiri tempat para korban menyelamatkan diri.

Tadi malam, Raja Thailand meninjau proses pemnyelamatan. Raja juga memberi penghargaan kepada tim penyelamat dan seluruh kru yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Seluruh warga Thailand yang menyaksikan proses penyelamatan yang disiarkan secara live di televisi tak henti-hentinya bersorak-sorai mengucapkan syukur. Bahkan, Presiden AS Donald Trump memberikan ucapan selamat secara khusus atas keberhasilan misi tahap pertama tersebut.

Seorang keluarga Note yang menjadi korban, Yesterday, mengatakan kepada Daily Mail bahwa dia adalah seorang anak laki-laki yang kuat, perhatian, dan cerdas yang bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional. Keponakannya yang sudah berhasil diselamatkan sangat gembira ketika mendapat tawaran menonton langsung final Piala Dunia 2018 di Moscow, Rusia.

Sementara ibu dari Mark, Namhom Boonpiam, anak pertama yang berhasil diselamatkan, mengaku bersyukur dan setiap hari berdoa demi keselamatan putranya. "Saya percaya dia akan selamat," kata Namhom Boonpiam. Kini dia harus berjuang mengatasi gangguan stres pasca-trauma yang menimpa anaknya.

Dr Andrea Dese, kepala laboratorium stres dan pengembangan di Institut Psikiatri, Psikologi, dan Ilmu Saraf Kings College London, mengatakan dalam jangka panjang, kebanyakan anak akan pulih dari gejala awal emosi. “Namun, ada potensi 10 hingga 30 persen, mereka akan mengalami masalah kesehatan mental yang berkelanjutan, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan PTSD," tutur Andrea Dese. (*/fol)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelajar-thailand-hilang-di-gua 

Berita Terkait

IKLAN