Selasa, 25 September 2018 02:43 WIB
pmk

Ekonomi

Sudah Inkrah, Perkara BLBI Jangan 'Digoreng-Goreng'

Redaktur: Ali Rahman

Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri.

INDOPOS.CO.ID - Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri mempertanyakan penanganan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lantaran, perkara ini sudah tuntas atau inkrah secara hukum.

"Penyaluran dan penggunaan BLBI, serta penyelesaiannya sudah selesai. Baik secara keuangan, hukum dan politik. Antara penerima BLBI dan pemerintah, legislatif atau yudikatif. Termasuk dengan lembaga hukum negara lainya. Jadi BLBI sudah selesai (inkrah). Sekarang kok digoreng-goreng lagi," kata Deni di Jakarta, Senin (9/7).

Kata Deni, kucuran BLBI merupakan inisiatif pemerintah di masa lalu, tujuannya untuk menyelamatkan perbankan serta untuk mengurangi risiko sistemik akibat krisis keuangan dunia kala itu. "Jika masih ada lembaga negara yang mempersalahkan kembali masalah BLBI itu bentuk pengkhianatan terhadap negara yang telah menyelesaikan seluruh masalah BLBI. Upaya itu perlu dicurigai ada motif untuk memperkaya diri sendiri dan motif politik, ," katanya

Sebelumnya, mantan Ketua Komite Keijakan Sektor Keuangan (KKSK) periode 2000 - 2001, Rizal Ramli menilai ada keganjilan dalam penangangan mega skandal BLBI. Karena hanya menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin A Temenggung sebagai terdakwa dalam perkara penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) terkait BLBI.

"Jadi menurut saya agak ajaib kasus ini. Kok hanya berhenti di level Kepala BPPN. Harusnya sampai level di atas-atas, yang selama ini selalu sembunyi," kata Rizal. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-blbi #ahmad-deni-daruri #kpk 

Berita Terkait

IKLAN