Rabu, 19 September 2018 02:42 WIB
pmk

Piala Dunia 2018

Rayakan Kemenangan, Bek Kroasia Ini Terancam Dicekal FIFA

Redaktur:

PELAMPIASAN-Selebrasi defender Kroasia Damagoj Vida bersama kiper Lovre Kalinic usai pertandingan melawan tim tuan rumah Rusia dalam babak perempatfinal yang dimenangkan Krosia, Sabtu (7/7) waktu setempat. Foto: AFP

INDOPOS.CO.ID - Kroasia waswas. Melawan Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis nanti (12/7) dini hari WIB, takticar Zlatko Dalic bisa dilarang memainkan bek tengahnya, Domagoj Vida. Bukan karena pelanggaran. Sebab, di semifinal semua kartu kuning diputihkan.

Tapi karena ulahnya di media sosial. Vida setelah merayakan kelolosan Vatreni -julukan Kroasia- ke semifinal Piala Dunia, di Fisht Olympic Stadium, Sochi, Minggu dini hari kemarin WIB (8/7) mengunggah video selebrasi di dressing room dengan mangan penggawa Kroasia di Piala Dunia 2014, Ogjnen Vukojevic.  Nah kata-kata mereka di video itu yang dapat memanaskan ketegangan hubungan antara Rusia dan Ukraina.

“Kejayaan untuk Ukraina! Kemenangan ini kami dedikasikan pada Ukraina dan Dynamo (Kiev),'' ucap Vida dan Vukojevic, dalam unggahan di akun Instagram @domagojvida.official-nya Vida.

Vida dan Vukojevic pernah jadi pilar Dynamo Kiev. Makanya, mereka merasa konflik di Krimea antara Rusia dan Ukraina juga konflik mereka juga. Vida sudah menghapus video itu di saat sudah ramai diperbincangkan. Tapi, video itu sudah terlanjur tersebar di dunia maya. FIFA punya aturan melarang pemain membawa-bawa masalah politik ke lapangan sepak bola.

Apalagi, sengketa Krimea belum reda sampai sekarang. The Sun menyebut, sanksi FIFA bisa jatuh ke Vida. Kontroversi itu lebih ramai ketimbang membahas ini gol pertama Vida bagi Kroasia di Piala Dunia. Termasuk kenapa Vida jadi eksekutor penalti, padahal dia tidak pernah jadi algojo penalti di timnas. Di klub pun dia cuma sekali saat di Osijek (2009-2010), dan tidak berhasil.

Dilansir Index, pemain 29 tahun itu ternyata hanya algojo pengganti. Vida awalnya tidak masuk dalam lima algojo pilihan Dalic. Justru Josip Pivaric yang dipilih Dalic. ''Pivaric saat itu tidak cukup siap jadi algojo. Lalu, saya langsung meminta ke Dalic, saya yang melakukannya,'' ungkap Vida.

Sementara public Rusia tetap bangga tim nasionalnya. Rusia memang kalah menyesakkan lewat adu tendangan penalti melawan Kroasia, Sabtu malam (7/7) malam. Rakyat Negeri Beruang Merah sangat bangga kepada para pahlawan mereka.

Mimpi besar Rusia untuk mencapai semifinal, lalu final, dan lantas menjadi juara Piala Dunia 2018 kandas. Pada perempat final, Sbornaya, julukan timnas Rusia, dihentikan Kroasia melalui pertandingan penuh drama yang berakhir dengan kekalahan via adu penalti dengan skor 3-4.

“Laga ini seperti russian roulette. Ya, memang ada sedikit ketidak beruntungan,'' kata Alexander ''Sasha'' Vasiliev, seorang pekerja bidang teknologi asal Moskow kepada Jawa Pos di luar FIFA Fan Fest Saint Petersburg malam waktu setempat (7/7) atau dini hari kemarin WIB. (ren/na/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #timnas-rusia #piala-dunia-2018 #domagoj-vida 

Berita Terkait

IKLAN