Senin, 24 September 2018 10:39 WIB
pmk

Jakarta Raya

Kebakaran di Kantor Kemenhub Telan Tiga Korban Jiwa, Periksa Seluruh Gedung di Jakarta

Redaktur:

Petugas mengevakuasi jenazah korban.

INDOPOS.CO.ID - Kebakaran yang terjadi di Gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, memakan tiga korban jiwa, Minggu (7/7). Para petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta  mengaku kesulitan melakukan evakuasi terhadap korban di lantai atas gedung, lantaran banyak akses pintu yang terkunci.

“Saat melakukan penyisiran petugas kami terhalang asap tebal dan kondisi ruangan kantor yang terkunci,” ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo.

Subejo mengatakan, pihaknya mengerahkan 17 mobil pemadam dari berbagai unit, termasuk tim Light Rescue Unit bersiaga untuk memberikan pertolongan. “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban, dan berhasil mengevakuasi 20 orang dengan selamat. Namun sangat disayangkan ada tiga korban yang meninggal di tangga darurat,” katanya.

Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) Muhlis Ali, menilai para pengelola gedung di ibu kota selama ini belum optimal dalam menerapkan standar keamanan gedung dan pencegahan kebakaran. Itu terbukti dalam kebakaran di Gedung Kemenhub, saat petugas pemadam kebakaran kesulitan melakukan evakuasi terhadap korban di lantai atas gedung lantaran banyak akses pintu yang terkunci.

“Jatuhnya korban seharusnya dapat dicegah apabila pengelola gedung mengutamakan keamanan dan pencegahan kebakaran,” jelas Muhlis.

Muhlis mengungkapkan, sejak pencakar langit pertama di Jakarta, Sarinah, dibangun tahun 1963, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 700 lebih gedung tinggi, namun belum pernah ada audit menyeluruh terhadap keamanan gedung dalam menghadapi ancaman kebakaran. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008, setiap pengelola gedung diwajibkan memiliki sistem proteksi pencegahan kebakaran  pada bangunan gedung dan lingkungannya. Sistem itu terdiri atas peralatan, kelengkapan dan sarana, baik yang terpasang maupun terbangun pada bangunan yang digunakan untuk tujuan sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, maupun cara-cara pengelolaan dalam rangka melindungi bangunan dan lingkungannya terhadap bahaya kebakaran.

“Tapi kenyataannya, peraturan yang sudah baik itu belum dijalankan oleh para pengelola gedung,” kata Muhlis.

Berkaca dari berbagai peristiwa kebakaran gedung yang pernah terjadi, lanjut Muhlis, diharapkan pemangku kebijakan menjadi lebih serius lagi untuk menekan para pengelola gedung, agar menjalankan peraturan untuk keamanan dan pencagehan kebakaran. “Periksa seluruh alat keamanan kebakaran gedung di Jakarta. Sehingga di masa mendatang, jatuhnya korban dapat dicegah,” ucap Muhlis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, mengaku prihatin dengan jatuhnya korban dalam kebakaran di Gedung Kemenhub. Orang nomor dua di ibu kota ini pun langsung meminta pihak pengelola gedung di Jakarta segera menginvetarisir problem terkait mitigasi bencana. Hal ini mengacu pada rentannya insiden kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi dan memakan korban.

"Ini menjadi catatan, kita mengimbau untuk pengelola gedung tinggi, kesiapan gedung ini harus dipastikan, sehingga tidak ada satu pun celah untuk adanya kejadian. Apalagi (akan) ada MRT (mass rapid transit)," tegas Sandiaga.

Diungkapkan Sandiaga, masih kerap ditemukan gedung di Jakarta yang sulit mendapat akses cepat tanggap bencana, khususnya kebakaran. Karenanya, pencegahan awal seperti pemasangan smoke detector, pemadam asap (apar) dan hydrant, adalah perlengkapan yang wajib dipenuhi.

"Kelengkapan ini imbauan dari Pak Bejo (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI) untuk bersama mendeteksi, mendata, mengindentifikasi, sehingga kita cegah musibah yang memakan korban jiwa," jelas Sandiaga.

Kapolrestro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu mengatakan, terus melakukan penyelidikan mengenai penyebab kebakaran di Gedung Kemenhub tersebut. Dua pekerja pun telah dimintai keterangan mencari fakta kejadian.

"Nanti menunggu hasil Puslabfor Polri terkait penyebab kebakaran," kata Roma. Roma menuturkan, dalam kebakaran ini sebanyak empat orang pekerja meninggal dunia.

Para korban jiwa dalam persitiwa tersebut yakni, MRE, K, S. Jenazah sudah di bawa ke RSCM Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Wasekjen Kemenhub) Djoko Sasono mengatakan, proses evakuasi korban kebakaran sempat terhambat akibat terkuncinya sejumlah akses masuk gedung. Sementara saat kejadian, asap-asap tebal sudah memenuhi lorong lorong kantor hingga menjalar ke lantai atas.

Dengan pintu terkunci, pekerja yang berada dalam gedung tak bisa berbuat banyak selain mengandalkan oksigen tersisa. Meski demikian, Djoko berterima kasih ke petugas pemadam kebakaran yang cepat dalam merespons kejadian ini.

“Kejadian ini tak kan mengganggu aktifitas kantor. Kami akan tetap bekerja menyiapkan beberapa hal,” ucap Djoko. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenhub #kebakaran 

Berita Terkait

Api Membara di Gunung Wilis

Nusantara

Kantin Trans Mart Cilandak KKO Terbakar

Jakarta Raya

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Penyebab Kebakaran Museum Kuno Brasil Terungkap

Internasional

IKLAN