Rabu, 14 November 2018 02:14 WIB
pmk

Megapolitan

Jalan Kalimalang Bakal Tambah Macet

Redaktur:

BEBAS HAMBATAN-Proyek pembangunan tol Becakayu tahap pertama yang sudah difungsikan memecah kemacetan akses Jakarta-Kota Bekasi. dok/indopos

INDOPOS.CO.ID – Kondisi Jalan KH Noer Ali atau yang biasa disebut Jalan Kalimalang, Kota Bekasi yang saat ini kondisi lalu lintasnya sudah padat bakal bertambah macet pada akhir tahun mendatang. Pasalnya, proyek lanjutan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) trase kedua bakal dikerjakan.

Bisa dipastikan, akses penghubung dari Kota Bekasi ke DKI Jakarta itu bakal macet total saat pembangunan tiang pancang proyek tol Becakayu layang itu dilakukan pada Desember nanti.

”Bayangkan saja, tidak ada pembangunan tol saja kondisi lalu lintas Jalan KH Noer Ali sudah macet. Bagaimana ada pembangunan proyek pembangunan pondasi tol layang di tengah jalan,” terang Kabid Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Minggu (8/7).

Johan menambahkan, meski hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan planning pembangunan lanjutan tol Becakayu trase dua dari kontraktor, tapi bisa dipastikan kepadatan lalu lintas jalan Kalimalang akan bertambah berkali-kali lipat akibat proyek jalan bebas hambatan itu.

”Sampai sekarang kami belum menerima detil perencanaan pembangunan tol Becakayu trase dua," paparnya. Karena itu, pihaknya belum bisa melakukan rekayasa lalu lintas terkait rencana pengerjaan proyek tol Becakayu trase dua tersebut.

”Padahal, pembuatan rekayasa lalu lintas tidak mudah. Perlu diujicoba. Makin lama kami mengetahui rencana proyek tol Becakayu trase dua makin baik rencana rekayasa lalu lintasnya,” cetusnya.

Namun, dia mengaku jalur alternatif yang kemungkinan bisa digunakan untuk memecah kemacetan lalu lintas di Jalan KH Noer Ali jika proyek itu jadi dilakukan dengan mengalihkan akses lalu lintas melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jalan I Gusti Ngurah Rai, dan Jalan Sultan Agung.

”Tapi hingga kini kami belun tahu skema rencana pembangunan tol Becakayu trase dua itu. Salah satunya mengenai lintasannya,” paparnya juga.  Dia cuma mengingatkan, jumlah kendaraan yang melintas dari Bekasi ke Jakarta setiap harinya mencapai 1,5 juta kendaraan. Itu terjadi karena warga Kota Bekasi tercatat memiliki 1,2 juta kendaraan roda dua dan 300 ribu roda empat.

Untuk diketahui, pembangunan tol Becakayu yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Kota Bekasi saat ini baru sampai di wilayah Jakasampurna. Selanjutnya, proyek jalan bebas hambatan yang dibangun dengan konstruksi layang itu akan melintasi Jalan KH Noer Ali. Proyek tol itu akan melintang dari sisi selatan ke sisi utara.

”Karena wilayah sisi selatan tidak bisa dibangun tiang. Karena lahannya sempit. Makanya akan menyeberangi sungai Kalimalang ke sisi utara Jalan KH Noer Ali," paparnya lagi. Johan juga mewanti-wanti jalan sisi selatan Kalimalang tidak bisa menampung debit kendaraan dari arah Kota Bekasi ke Jakarta.

Sebab, jalan di sana sangat kecil dan akan berdampak kepadatan kendaraan bila tetap dipaksakan untuk lintasan tol Becakayu trase dua maka kemacetannya akan parah.  ”Lagipula kalau tiang Becakayu ditempatkan di situ akan bertabrakan dengan proyek apartemen yang juga tengah dilakukan di lokasi itu,” jelasnya lagi.

Seperti diketahui, pembangunan tol layang Becakayu sepanjang 21 km dibagi menjadi dua trase. Trase pertama dibangun sepanjang 11 km mulai dari Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur-Jakasampurna, Kota Bekasi. Sedangkan, trase kedua sepanjang 9 km dilanjutkan dari Jakasampurna, Bekasi Barat-Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur

Sementara itu, Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi Harun Alrasyid mengatakan sepatutnya pemerintah daerah dilibatkan dalam agenda proyek pemerintah pusat yang ada di Kota Bekasi. Salah satunya keterlibatan dalam pengambil keputusan termasuk trase pembangunan jalan tol. ”Karena selama ini yang terjadi hanya pemberitahuan atau informasi saja," ujarnya.

Apalagi, kata Harun juga, prekuensi kendaraan di Kota Bekasi dalam volume capacitas (Vc) rasio sudah masuk katagori satu. Itu artinya tingkat kepadatan kendaraan sudah semakin tinggi. ”Terutama Jalan KH Noer Ali yang menjadi jalur penghubung  Kota Bekasi dengan DKI Jakarta," tandasnya. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tol-becakayu 

Berita Terkait

Proyek Lanjutan Tol Becakayu Molor

Megapolitan

Target Penyelesaian Becakayu Meleset

Megapolitan

IKLAN