Rabu, 21 November 2018 01:38 WIB
pmk

Nusantara

Suhu Dingin Bukan Karena Fenomena Aphelion

Redaktur:

JAKET TEBAL - Ilustrasi udara dingin yang disebut-sebut fenomena Aphelion. DOK JPNN

INDOPOS.CO.ID - Fenomena aphelion tengah viral hampir di semua wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kota Tegal. Masyarakat mempercayainya sebagai penyebab suhu dingin yang terjadi akhir-akhir ini. BMKG menyebut pengaruh Aphelion terhadap penurunan suhu kurang signifikan. Aphelion yang ramai dibicarakan kali ini sebenarnya bukanlah jarak terjauh bumi dan matahari yang pernah dialami, tetapi justru lebih pendek 2.129 kilo meter (km) dari rerata Aphelion yang terjadi tiap tahun.

Prakirawan BMKG Tegal Hendy Andryanto menjelaskan, penurunan suhu yang terjadi belakangan ini lebih dominan disebabkan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, kandungan uap di atmosfer cukup sedikit. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas.

Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer, dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan. Inilah yang menyebabkan suhu malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan.

Selain faktor tersebut, penurunan suhu dipengaruhi karena wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Di mana, sifat dari massa udara yang berada di Australia dingin dan kering. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin signifikan. “Prediksinya, ini terjadi dari Juli sampai Agustus. Kecuali, ada gangguan global seperti badai tropis, baru bisa berubah,” ungkap Hendy.

Berdasarkan data prakiraan cuaca yang dihimpun Radar dari situs Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Minggu (8/7), suhu udara Kota Tegal mencapai 22 derajat celcius pada dini hari, 28 derajat celcius pada malam hari, dan 32 derajat celcius pada siang hari. “Penurunan suhu ini masih dalam kisaran normal,” katanya. (nam/mei/ela/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #cuaca-ekstrem 

Berita Terkait

Waspada Peralihan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bogor

Megapolitan

Topan Mangkhut Hantam Tiongkok, 2,4 Juta Warga Mengungsi

Internasional

Gempa Bumi Susul Badai Jebi

Internasional

Badai Jebi Seret Tanker 2.591 Ton

Internasional

Gerhana Bulan, Awas Gelombang Tinggi

Headline

IKLAN