Kamis, 20 September 2018 06:06 WIB
pmk

Megapolitan

”Rumah Sinyal”, Satu-satunya Lokasi Penjangkau Sinyal Ponsel di Kampung Mulyasari, Kabupaten Bogor

Redaktur:

GANTIAN-Sejumlah warga bahkan anggota polisi yang bertugas di Kampung Mulyasari, Sukamakmur, ikut antre untuk mendapatkan sinyal di Rumah Sinyal. sofyansyah/radar bogor/jpg

INDOPOS.CO.ID - Antre mengisi bahan bakar minyak atau membuat e-KTP sudah biasa terjadi. Namun apa jadinya jika untuk mendapatkan sinyal telepon seluler pun harus antre.

Begitulah pemandangan sehari-hari di Rumah Sinyal milik Maman, 30, warga Kampung Mulyasari, Desa Sukamulya, Kecamatan Suka makmur, Kabupaten Bogor. Mulai anak kecil hingga dewasa antre untuk mendapatkan sinyal. Maklum, wilayah ini masih belum tersentuh jaringan seluler.

Akhir pekan lalu, Sulis, 15 nampak tergesa-gesa. Sedikit berlari, santriwati Pondok Pesantren Nurusibiyan, Kampung Mulyasari, Desa Sukamulya, itu menyusuri jalanan setapak menuju sebuah rumah gubuk, yang disebut Rumah Sinyal. Gubuk satu-satunya yang mampu menangkap jaringan seluler.

”Mau ke rumah pak Maman, untuk menghubungi orang tua. Karena belum bisa pulang ke rumah,” ujar santriwati yang hafal lima juz Alquran itu kepada Radar Bogor (INDOPOS Grup). Penasaran, wartawan koran ini turut ikut bersama dengan Sulis menuju Rumah Sinyal tersebut.

Berjalan sekitar 100 meter, tibalah di Rumah Sinyal milik Maman. Nampaknya, Sulis harus menunggu giliran untuk menggunakan sinyal di sana. Pasalnya, jika lebih dari tujuh orang, sinyal yang didapat tidak begitu kuat.

”Masih penuh. Antre, nanti gantian,” katanya.

Sementara itu, Maman mengaku, setiap hari banyak warga yang ke rumahnya hanya untuk mendapatkan sinyal telepon seluler. Ia berharap agar sinyal bisa segera masuk ke Kampung Mulyasari. Sehingga warga di sini tidak harus mengantre untuk bergantian menggunakan sinyal telepon.

”Kasihan kalau lagi hujan. Pada antre bawa payung. Semoga ke depannya ada sinyal di sini,” harapnya.

Kondisi tanpa sinyal ini pun tidak saja terjadi di Kampung Mulyasari, Desa Sukamulya. Kondisi serupa terjadi di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Seperti di Desa Sukawangi, Sirnajaya, Sukaharja, dan Wargajaya. “Kondisi ini tidak lain karena medan yang sulit dan akses listrik yang juga belum terjangkau di wilayah tersebut. Sehingga pemasangan jaringan seluler belum dilakukan,” ungkap Camat Sukamakmur, Zaenal Ashari.(all/c/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks 

Berita Terkait

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Mengunjungi Museum Lukisan Tertua di Bali (2-Habis)

Nasional

Hanya dengan Pejamkan Mata Lahir Karya

Nusantara

Kisah Avanza, Bayi Kembar Tiga yang Lahir di Mobil

Nusantara

IKLAN