Senin, 17 Desember 2018 04:00 WIB

Nasional

Fenny Steffy Burase, Wanita Cantik di Balik OTT Gubernur Aceh

Redaktur:

Fenny Steffy Burase.

Fenny Steffy Burase tiba-tiba menjadi nama yang banyak dicari di internet. Ini setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekalnya bersama empat saksi dalam kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018, yang melibatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Siapa Fenny Steffy Burase?

INDOPOS.CO.ID - Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, empat saksi tersebut dicekal selama 6 bulan ke depan terhitung sejak Jumat (6/7) lalu. Menurutnya, pencekalan dilakukan guna memudahkan tim penyidik dalam memintai keterangan para saksi. 

"Pencegahan ke luar negeri terhadap sejumlah saksi tersebut perlu dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan bagi saksi-saksi nantinya," ujar Febri di gedung KPK, Senin (9/7).

Menurut Febri, empat saksi yang dicekal itu masing-masing adalah Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase alias Steffy, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Fenny Steffy Burase alias Steffy merupakan Event Organizer dalam perhelatan akbar Aceh Marathon Internasional 2018 yang digelar Pemrov Aceh. Steffy juga diketahui sebagai mantan pelari marathon, dan menjadi orang dekat Gubernur Irwandi Yusuf.

"Terhadap saksi yang ke 3 (Fenny Steffy Burase). Ada informasi terkait aliran dana yang perlu diklarifikasi dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka yang relevan dengan perkara ini," beber Febri.

Irwandi sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka suap penggunaan DOKA tahun anggaran 2018. Ia diduga menerima suap Rp 500 juta dari Rp1,5 miliar yang dijanjikan Ahmadi. 

Uang yang diterima Irwandi itu diduga sebagian telah digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018. Steffy yang telah dicekal itu menjabat sebagai Tenaga Ahli kegiatan Aceh Marathon 2018.

Steffy yang asal Manado Sulawesi Utara ini diisukan telah dipinang Irwandi sebagai istri mudanya. Namun isu ini belum pernah terkonfirmasi.

Steffy sendiri, diketahui terlibat aktif di event Aceh Marathon 2018 yang dihelat Pemprov Aceh. Steffy ikut ambil bagian menjadi salah seorang tenaga ahli pada ajang bertaraf internasional itu. Steffy juga diketahui sebagai model dan desainer.

Keberadaan Steffy di dalam event Aceh Marathon Internasional 2018 sebagai staf ahli menjadi tanda tanya publik. Apalagi  Steffy tiba-tiba bisa ikut menjadi tenaga ahli? 

Bahkan Steffy Burase diketahui mengantongi SK langsung dari Irwandi Yusuf sebagai tenaga ahli. Pemberian SK Gubernur itu  bersamaan dengan sejumlah panitia lainnya termasuk Ketua Panitia  Darmansah yang juga sebagai Kepala Dinas dan Olah Raga Pemprov Aceh.

Kepada wartawan, Darmansyah mengatakan, Steffy adalah atlet marathon karegori 42 KM. Darmansyah berkilah proses Steffy mendapat SK di saat Darmansyah belum menjadi Kapala Dinas.

“Steffy Itu ada SK gubernur. Memang prosesnya sudah berlangsung sebelum saya jadi Kepada Dinas. Steffy berasal dari komunitas lari Jakarta Internasional. Jadi beliau itu banyak sekali mengetahui tentang kegiatan lari dan sebagainya,” kata Darmansah di Aceh, Senin (9/7).

Menurut Darmansah, dirinya sudah 4 kali bertemu Steffy saat rapat pembahasan acara di Jakarta dan di Sabang. 

"Saat rapat dia (Steffy)  ditemani krunya sekiar 10 orang. Jadi merekalah yang meng-handle proses event lari marathon ini. Mereka juga melakukan sosialisasi ke komunitas serumpun lari baik di tingkat nasional maupun Internasional. Jadi saya ulangi, bahwa ibu Steffy ini adalah tenaga ahli di Aceh Marathon bukan sebagai EO. Tenaga ahli sesuai SK gubernur,” paparnya.

Menurutnya, peranan Steffy sebagai tenaga ahli dalam event marathon itu untuk mengatur semua teknis tentang perlombaan. Mulai dari mensosialisasikan tentang kegiatan ke pelari, hingga teknis di lapangan pada saat evet berlangsung nanti.

“Dia (Steffy)  yang menyampaikan informasi kepada komunitas lari di Indonesia, dan juga luar negeri seperti Kuala Lumpur, Kenya, Nagoya hingga Jepang. Mereka bertemu dengan pelari di sana dan menyampaikan bahwa di Aceh ada kegiatan Aceh Marathon,” katanya.

Menurut dia, ada dua yang dipromosikan kepada mereka. Selain berkaitan dengan Aceh Marathon, juga tentang wisata di Aceh. “Karena tujuan kegiatan ini ada dua, promosi event itu sendiri dan wisata di Aceh,” bebernya.

Selain itu, peranan Steffy sebagai perancang semua teknis rute lari yang akan diikuti oleh peserta. Begitu juga dengan kesiapan perlombaan. "Pelari itu tidak mau ikut kalau tidak ada ahli jantung, dokter spesialis. Jadi inilah yang dikomunikasi ke para pelari agar semua peserta ketika datang ke Aceh mereka benar-benar nyaman,” jelasnya.

Jadi keterlibatan Steffy hanya sebagai tenaga ahli. Mereka lebih tahu, artinya semua pelari itu mereka yang mengawasi. Karena ada pelari dunia yang ikut makanya memakai tenaga ahli. “Kalau hanya lomba lari biasa, bisa kami saja yang mengawasi,” pungkasnya. (ind)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature #steffy-burase 

Berita Terkait

Tiga Tersangka Korupsi Ditahan Kejari Bangka Selatan

Nusantara

Pelatih PSM Diduga Tahu Soal Pengaturan Skor

Liga Indonesia

Menyidik Kejahatan Seksual di Dunia Siber

Nusantara

Modal Ijazah Saja Tidak Cukup

Nasional

Tertipu Cuaca Guangzhou

Total Sport

IMCV Pelopor Toleransi, Berdakwah Meski Minoritas

Internasional

IKLAN