Rabu, 19 September 2018 06:58 WIB
pmk

Internasional

Evakuasi Anak-Anak Terjebak di Gua Thailand, Empat Diselamatkan Delapan Proses

Redaktur:

IBADAH - Sejumlah orang berdoa kepada biksu Budha dekat rumah sakit tempat empat anak yang diselamatkan setelah terperangkap di gua, Thailand, Senin (9/7). TANG CHHIN/AFP

INDOPOS.CO.ID - Para penyelam gua di Thailand memulai kembali operasi penyelamatan anak-anak yang terjebak dalam gua. Hingga kini sudah empat anak berhasil diselamatkan. Sementara delapan anak yang juga merupakan tim sepak bola junior bersama pelatihnya masih dalam proses evakuasi.

Seperti dilansir dari BBC, Senin (9/7), tim penyelamat melancarkan operasinya pada Minggu (8/7) ketika hujan reda. Misi penyelamatan ini lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dari penyelamatan pertama tersebut, empat anak laki-laki berhasil dibawa keluar dari Gua Tham Luang pada Minggu (8/7). Misi penyelamatan tersebut lantas dihentikan sementara karena kondisi medan yang sulit.

Nah, saat ini tim penyelamat akhirnya memutuskan untuk melanjutkan misi penyelamatannya. Pasalnya, mereka khawatir air akan naik kembali.

Kepala misi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn mengatakan bahwa para penyelam kembali memasuki gua pada pukul 11.00 waktu setempat. Penyelamatan tersebut diperkirakan akan berakhir pukul 21.00.

Selain itu, personel yang dikerahkan untuk melakukan misi penyelamatan hari ini lebih banyak dari kemarin. Meski sudah berhasil diselamatkan, nama-nama keempat anak laki-laki itu belum disebutkan dan kabarnya juga belum bertemu dengan keluarga mereka. Hal ini guna menghormati keluarga lain yang putranya masih berada di dalam gua.

Sementara itu, pelatih sepak bola anak-anak yang terjebak dalam gua di Thailand menulis surat permintaan maaf kepada para orang tua anak itu. Dalam suratnya, dia juga berjanji akan menjaga anak-anak itu.

"Kepada semua orang tua, anak-anak masih dalam keadaan baik,” tulis pelatih yang bernama Ekkapol Chantawong, sebagaimana dilansir The Guardian.

"Saya berjanji akan merawat dengan sangat baik anak-anak ini. Terima kasih atas semua dukungan moral dan saya meminta maaf kepada para orang tua," sambungnya.

Surat yang dibuat dengan tulisan tangan itu disampaikan melalui para penyelam yang sedang menyelamatkan mereka. Anak-anak itu juga menulis surat dan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, serta sangat rindu dengan orang tua mereka.

Sementara itu, orang tua dari ke-12 anak tersebut mengatakan bahwa mereka tak menyalahkan sang pelatih sama sekali. Hal itu disampaikan orang tua anak-anak melalui surat yang dikirim para penyelam.

"Tolong, jangan menyalahkan diri sendiri," kata surat yang ditulis salah satu orang tua untuk sang pelatih. "Kami ingin Anda tahu bahwa tidak ada orang tua yang marah sama sekali pada Anda, jadi jangan khawatir tentang itu," lanjut surat itu.

"Untuk semua anak-anak, kami sama sekali tak marah kepada kalian. Jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa untuk menutupi diri dengan selimut karena cuacanya dingin," kata ibu dari Nattawut Takamsai, salah seorang anak yang terjebak di gua.

Sebelumnya, pada 23 Mei tim sepak bola yang berisi anak-anak 11-16 tahun ini terjebak di Gua Tham Luang karena banjir dan hujan. Namun, keajaiban datang ketika pada 2 Juli lalu seorang penyelam profesional dari Inggris akhirnya menemukan mereka dalam keadaan masih hidup. Pihak berwenang Thailand mengatakan bahwa tahap pertama misi penyelamatan ini berjalan lancar dan anak-anak dalam keadaan baik. Para penyelam akan bekerja cepat untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak dalam gua. Hingga Senin (9/7), para penyelam berhasil menyelamatkan empat anak keluar dari gua. Sementara delapan anak dan seorang pelatih masih dalam proses penyelamatan. (ce1/trz/iml/jpc)

Tentang Mereka yang Terjebak

1. Asisten Pelatih Ekapol Chantawong alias Ake, 25.

Dikenal sebagai pekerja keras. Dikhawatirkan terkena depresi karena dalam suratnya terkesan menyalahkan dirinya atas musibah yang menimpa tim sepak bola Moo Pa.

 2. Chanin Vibulrungruang alias Titan, 11.

Pemain sepak bola termuda dalam tim dan main bola sejak 7 tahun.

3. Panumas Sangdee alias Mig, 13.

Pemain bertahan alias bek dalam tim inti.

4. Duganpet Promtep alias Dom, 13.

Kapten tim yang bermain sebagai penyerang dan sering diundang uji coba oleh sejumlah tim sepak bola profesional Thailand.

5. Somepong Jaiwong alias Pong, 13.

Bercita-cita menjadi pemain sepak bola timnas Thailand.

6. Mongkol Booneiam alias Mark, 13.

Remaja yang dikenal santun dan kalem itu bukan pemain inti tim Moo Pa.

7. Nattawut Takamrong alias Tern, 14.

Melalui surat yang dikirim dari perut gua, dia meminta orang tuanya tidak khawatir.

8. Ekarat Wongsukchan alias Bew, 14. 

Penjaga gawang tim inti yang berjanji rajin membantu ibunya setelah bebas.

9.  Adul Sam-on, 14.

Pemain tengah alias gelandang tim inti. Dia yang kali pertama bercakap-cakap dengan dua penyelam Inggris yang menemukan mereka pada 2 Juli.

10.  Prajak Sutham alias Note, 15.

Remaja periang yang bermain sebagai gelandang dan kadang penjaga gawang.

11. Pipat Pho alias Nick, 15.

Sahabat Bew dan bukan bagian dari tim sepak bola Moo Pa.

12. Pornchai Kamluang alias Tee, 16.

Bek tim inti yang sempat cekcok dengan pacarnya sebelum bertualang ke gua. Sang pacar melarangnya pergi ke dalam gua dan mengancam putus jika dia nekat.

13. Peerapat Sompiangjai alias Night, 17.

Penyerang kanan dalam tim inti. Dia berulang tahun pada 23 Juni. Konon, mereka bertualang ke dalam gua untuk merayakan ulang tahun Night.

Sumber: BBC, The Telegraph


TOPIK BERITA TERKAIT: #thailand 

Berita Terkait

IKLAN