Senin, 19 November 2018 06:10 WIB
pmk

Internasional

Perlucutan Nuklir, Korut Kecewa dengan Amerika Serikat

Redaktur:

MAKAN SIANG - Sekretaris Negara Mike Pompeo (kanan) dan Kim Yong Chol (kiri), pejabat partai berkuasa senior Korea Utara di Park Hwa Guest House, Pyongyang, (7/7). ANDREW HARNIK/AFP / POOL

INDOPOS.CO.ID – Sebelum berkunjung ke Jepang, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melawat Korea Utara (Korut). Sebelumnya pada Sabtu (7/7) lalu, dia bertemu dengan Kim Yong-chol, pejabat senior dalam pemerintahan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un. Rupanya, pertemuan tersebut meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan bagi Pyongyang.

’’Hasil pertemuan itu mengecewakan. Kim Yong-chol sangat prihatin karena dialog justru mengarah pada ancaman yang lebih membahayakan.’’ Demikian bunyi keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Korut sebagaimana dilansir Korean Central News Agency (KCNA), (8/7).

Menurut Yong-chol, Pompeo justru terkesan mengabaikan iktikad baik Korut soal perlucutan senjata nuklirnya.

’’Harapan kami, AS akan menawarkan langkah-langkah konstruktif yang bisa mendukung semangat kami untuk meninggalkan program senjata nuklir. Tapi, ternyata tawaran mereka mengecewakan kami,’’ ungkap politikus 73 tahun tersebut sebagaimana dikutip Associated Press.

KCNA menyebut AS tak ubahnya gangster. Sebab, pada pertemuan Sabtu lalu, Pompeo menegaskan bahwa sanksi AS bagi Korut bakal bertahan.

Padahal, itulah kunjungan ketiga Pompeo ke Pyongyang. Pemerintahan Jong-un sempat berharap, dalam kunjungan kali ini, Pompeo membawa kabar baik.

’’Ternyata hasilnya tidak seperti yang kami harapkan,’’ kata salah seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut.

Jong-un telah mengutarakan niat seriusnya untuk meninggalkan program senjata nuklir. Harapannya, AS menawarkan pencabutan sanksi ekonomi agar negara tersebut bisa bebas dari krisis yang membelit.

Meski kecewa dengan pertemuan Pompeo dan Yong-chol, Korut tidak sedikit pun mengkritik Presiden Donald Trump. Orang nomor satu Gedung Putih itu telah membatalkan latihan militer gabungan AS dan Korsel sebagai wujud keseriusannya mendukung perlucutan nuklir Korut.

’’Seharusnya Gedung Putih sejalan dengan semangat pemimpinnya,’’ sindir juru bicara kementerian tersebut. (hep/c14/dos)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korea-utara #amerika-serikat #nuklir 

Berita Terkait

Uji Coba Senjata Baru

Internasional

Pemilih Pemula Tak Mau Golput

Internasional

Kim Jong Un Punya Lukisan Wajah Pertama

Internasional

AS Yakin Dalam 180 Hari Iran Hancur

Internasional

Pesawat Siluman AS Mendarat Darurat

Internasional

IKLAN