Sabtu, 17 November 2018 01:27 WIB
pmk

Hukum

Periksa Chairuman Harahap, Penyidik Dalami Aliran Dana Proyek E-KTP

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Setelah menjalani pemeriksaan penyidik KPK selama sekitar empat jam, terkait perkara korupsi pengadaan paket E-KTP, politisi Partai Golkar Chairuman Harahap meninggalkan  gedung KPK.

Chairuman diperiksa sebagai saksi Markus Nari. KPK sudah menetapkan status tersangka. Setelah diperiksa, Chairuman hanya mengatakan kalau materi pertanyaan sama saja dengan pemeriksaan lalu. ”Sama saja dengan yang dulu,” ucap Chairuman kepada wartawan di depan gedung KPK, Selasa (10/7).

Namun Chairuman mengatakan kalau penyidik juga mempertanyakan aliran dana terkait dana anggaran proyek E-KTP itu.  ”Bukan itu saja,” kata mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar periode 2009 – 2014 dan juga mantan Ketua Komisi II DPR RI.

Chairuman sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terhadap beberapa tersangka lainnya dalam perkara sama, Anang Sugiana Sudihardjo (mantan Dirut PT Quadra Solution), Irvanto Hendra Pambudi (keponakan  Setya Novanto), dan Made Oka Masagung yang merupakan pengusaha dan rekan Setya Novanto.

Pemeriksaan Chairuman Harahap sebagai saksi lantaran setelah di sidang Pengadilan Tipikor, Irvanto menjadi saksi dalam persidangan Novanto menyebutkan aliran uang proyek E-KTP ke beberapa anggota DPR RI periode 2009 – 2014.

Anggota DPR itu antara lain Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap sebesar USD 500 ribu dan USD 1 juta, untuk Melchias Markus Mekeng sebesar USD 1 juta, untuk Ketua Fraksi Partai Golkar Agun Gunanjar sebesar USD 500 ribu dan USD 1 juta.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah sebesar USD 500 ribu dan USD 100 ribu, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf sebesar USD 100 ribu.(ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #perkara-korupsi-pengadaan-paket-e-ktp #chairuman-harahap #partai-golkar 

Berita Terkait

IKLAN