Rabu, 26 September 2018 10:05 WIB
pmk

Hukum

Zumi Zola Kembali Menjadi Tersangka KPK

Redaktur: Redjo Prahananda

Tersangka kasus suap korupsi DPRD Jambi, Zumi Zola. Foto: Ismail Pohan/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Gubernur non aktof Provinsi Jambi Zumi Zola kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK. Kali ini Zumi bersama beberapa pejabat daerah diduga turut menyuap sejumlah anggota DPRD Jambi.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, Zumi terjerat perkara baru. Kali ini mengenai pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK November tahun lalu terhadap sejumlah pejabat di Jambi.

KPK menetapkan tersangka baru kepada Zumi Zola setelah mencermati fakta-fakta pada persidangan, keterangan saksi-saksi, dan barang bukti. ”Setelah mencermati fakta sidang, keterangan saksi, dan barang bukti, ZZ selaku Gubernur Jambi diduga mengetahui dan menyetujui terkait uang ketok palu kepada anggota DPRD,” ujar Basaria di gedung KPK, Selasa (10/7).

Basaria menduga, Zumi mengetahui dan menyetujui pemberian suap uang ketok palu terhadap sejumlah anggota DPRD Jambi, terkait persetujuan DPRD terhadap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi tahun anggaran 2017-2018.

KPK mencurigai Zumi meminta Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan dan Asisten Daerah III Provinsi Jambi Saipudin agar mencari uang untuk sejumlah anggota DPRD Jambi.

Zumi juga memerintahkan agar mengumpulkan uang dari dana perangkat daerah dan pihak lain, untuk diserahkan kepada anggota DPRD Jambi. Total uang sebesar Rp 3,4 miliar. ”Dana itu agar anggota DPRD menghadiri rapat pengesahan RAPBD 2018," beber Basaria.

Bukan hanya itu, dalam penyidikan terungkap pula kalau Zumi menerima gratifikasi senilai total Rp 49 miliar. Jumlah Rp 49 miliar itu bertambah dari hasil penyidikan awal yang nilai gratifikasi Zumi hanya sekitar Rp 6 miliar. ”Saat ini penyidik telah menemukan bukti bahwa ZZ diduga menerima total uang Rp 49 miliar selama periode 2016-2017,” ujar Basaria.

Selain Zumi, Basaria menambahkan, KPK sudah menetapkan Arfan, PLT Kadis PU dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi sebagai tersangka. Zumi dan Arfan diduga telah menerima hadiah atau gratifikasi terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi dalam kurun waktu 2016 – 2017.

Sebagai tersangka dalam perkara baru ini, ditegaskan Basaria kalau penyidik KPK menjerat Zumi dan Arfan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1).(ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #kasus-suap-korupsi-dprd-jambi #zumi-zola 

Berita Terkait

IKLAN