Minggu, 23 September 2018 03:36 WIB
pmk

Megapolitan

Gundukan Sampah di TPA Rawa Kucing Mulai Rawan Longsor

Redaktur: Redjo Prahananda

Nampak sebuah mesin ekscavator tengah mengeruk tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing Tangerang. Tumpukan sampah yang semakin tinggi ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitara akan bahaya longsor. Hampir setiap hari sekitar 1400 ton sampah dikirim ke TPA ini. Foto:Adrianto/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Warga di pinggiran tempat pembuangan akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang meminta pemerintah kota menyelesaikan penumpukan sampah.

Alasan mereka, limbah di lokasi bisa longsor menimpa rumah warga karena telah menggunung tinggi. Apalagi, proyek pembangunan landfill seluas 5,7 hektaroleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) telah rampung

Desakan agar pemerintah merampungkan penumpukan sampah disampaikan Tessa Madika . Tessa berdomisili di Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari.

Keresaha warga di sekitar TPA bermunculan setelah melihat gundukan sampah di kolam A. Sejak awal 2018, lalu, pembicaraan untuk melakukan penurunan volume sampah ini telah disampaikan warga ke pengelola TPA Rawa Kucing.

"Sudah tinggi sekali, kami takut sampah longsor dan menimpa rumah kami. Masalah di kolam A ini dekat dengan lingkungan warga. Pemerintah sudah harus meratakan kolam C dan E diperlebar oleh pemerintah pusat," kata dia.

Menurut dia, tiga pekan, lalu, warga sekitar TPA telah mengadukan kecemasan tersebut kepada Pemkot Tangerang dan pengelola TPA Rawa Kucing. Namun, aduan warga belum mendapatkan respons positif.

Warga mengaku cemas, insiden gundukan sampah runtuh seperti di TPA Bantar Gebang terulang di TPA Rawa Kucing.

"Jangan sampai jatuh korban tertimbun sampah seperti di Bekasi. Pengelola TPA tanggungjawab karena sampah sudah menumpuk lama, karena pengelolaan sampah dari Pemkot Tangerang," ujar Tessa.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha TPA Rawa Kucing, Masan mengaku, volume sampah di TPA tiap hari terus meningkat. Setiap hari volume sampai mencapai 1.400 ton. Limbah tersebut hanya dibuang ke kolam A saja, lantaran kolam C dan E sedang diperluas.

"Iya benar sudah menggung, dan warga khawatir sampah rumtuh. Ketinggian sudah 13 meter, kalau ketentuan 20 meter. Warga sudah mengeluhkan masalah ini kepada kami," ungkap dia.

Mengenai penanganan sampah, Masan menegaskan, masalah tersebut belum terpecahkan. Sebab, Kemen PUPR belum meresmikan pelebaran kolam C dan E atau landfill berskala besar. Sehingga proses pemindahan sambah dari kolam A ke C dan E belum bisa digarap.

" April lalu proyeknya sudah selesai, tinggal menunggu peresmian dari Pak Presiden saja. Nah kalau kami pindahkan nanti menuai masalah lagi. Sampai sekarang kami masih menunggu peresmian.”

Pemkot Tangerang masih terus berusaha berkoordinasi dengan Kemen PUPR agar peresmian lokasi tersebut dapat digunakan. Dia telah memberikan informasi ini kepada warga sekitar TPA Rawa Kucing. Petugas terus melakukan upaya komposter dan pemilahan untuk mengantisipasi tumpukan sampah.(cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tpa-rawa-kucing #gundukan-sampah-rawan-longsor 

Berita Terkait

IKLAN