Minggu, 18 November 2018 04:51 WIB
pmk

Megapolitan

Disnaker Kabupaten Tangerang Dituntut Cari Solusi Tangani Pengangguran

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah pencari kerja meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang mencarikan solusi mengatasi masalah pengangguran. Pasalnya, pasca puas pembludakan pengurusan kartu kuning oleh ratusan pencari kerja tak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Akibatnya, pemanfaatan kartu untuk bekerja menjadi tak bermanfaat.

Doni Arifin, salah satu pengurus kartu kuning mengatakan, selama ini persoalan pengangguran di kota ini tak mampu diatasi. Bahkan, hampir dua tahun ini dia mengurus kartu kuning, tak ada satu pun perusahaan mau menerima dirinya sebagai tenaga kerja. Padahal dirinya berharap dapat bekerja untuk memperbaiki perekonomian keluarga.

"Ini karena tidak ada solusi penanganan pengangguran. Sekarang aja sudah membludak pengurusan kartu kuning. Harusnya jangan dibiarkan lama, soalnya pengangguran membludak sampai sekarang," katanya kepada INDOPOS saat ditemui kantor Disnaker Kabupaten Tangerang, kemarin (11/7).

Kata Doni, saat ini saja hampir 230 pemohon kartu kuning yang datang. Dan antrian tersebut banyak dilakukan oleh para pencari kerja yang tidak pernah diterima bekerja. Bahkan, kegiatan ini juga diikuti oleh warga yang baru lulus sekolah.

"Nah dari sini saja terlihat ada penambahan pengangguran. Bukan saya saja ada juga dari daerah lain yang datang buat masuk kerja di sini. Ya persaingan semakin berat saja karena lulusan SMA pun banyak yang ingin cari kerja," paparnya.

Sementara, Kadisnaker Kabupaten Tangerang, Jarnaji mengaku, saat ini permohonan kartu kuning oleh pencari kerja meningkat. Yakni dalam sehari mencapai 400 pemohon. Dan dalam enam hari kedepan pihaknya kewalahan menangani permohonan kartu sebagai syarat untuk melamar pekerjaan.

"Biasanya dalam sehari hanya melayani 300 pemohon. Nah lebaran naik, dalam satu hari pemohon kartu kuning mencapai 900 orang hingga memenuhi kantor pelayanan pembuatan kartu kuning," jelasnya.

Jarnaji menyatakan, sebagian besar pemohon kartu kerja berpendidikan rata-rata SLTA atau usia produktif. Terkait penanganan pengangguran dikota itu, Disnaker telah melakukan trobosan baru. Yakni mengarahkan pencari kerja masuk ke balai latihan kerja (BLK). Kemudian mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk dapat menampung para pengangguran tersebut.

"Agar mereka pelamar memiliki keterampilan sehingga perusahaan dapat menerima mereka. Hanya ini solusi yang kami berikan dalam mengatasi pengangguran," imbuhnya.

Data yang di dapatkan INDOPOS jumlah pengangguran di Kabupaten Tangerang terus meroket tiap tahun. Dimana 2014 jumlah pengangguran mencapai 43.401 orang, kemudian meningkat pada 2015 menjadi 59.277 orang. Begitu pula pada 2016 naik menjadi 74.530 orang, dan pada 2017 mencapai angka 92.440 orang. Untuk jumlah lowongan kerja yang tersedia tiap tahun hanya 12.000 lowongan.(cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemkab-tangerang #pengangguran-di-kabupaten-tangerang 

Berita Terkait

IKLAN