Selasa, 25 September 2018 02:20 WIB
pmk

Megapolitan

PPDB Tingkat SMP Kacau Balau, Warga Kota Tangerang Tuntut Ini

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Warga Kota Tangerang meminta Sekretaris Daerah (Sekda) mencopot Kepala Dinas Pendidikan (Disdik). Alasannya, hasil pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di kota tersebut tak transparan. Akibat hal itu pula ratusan siswa yang mendaftar terancam masuk sekolah swasta.

Mia Kusnanti, 48, yang tinggal Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Copondoh mengatakan, orang nomor satu di Disdik Kota Tangerang perlu dinon-jobkan alias dicopot. Sebab, penyelenggaraan PPDB di SMPN 23 terlihat menyimpang. Dimana siswa yang diterima tak memenuhi persyaratan nilai ujian nasional (UN) yang ditetapkan. Padahal, seharusnya penerimaan siswa itu harus sesuai kreteria yang ditetapkan.

"Masa kalah nilai UN 24 dengan 23. Berarti disini PPDB tak benar dan harus dibongkar. Kami yakin ada siswa titipan yang diakomodir Disdik. Harus dicopot lah karena sudah melanggar aturan," katanya kepada wartawan dan INDOPOS saat ditemui di SMPN 23, Kecamatan Pinang, Rabu (11/7).

Menurutnya, tak adanya aturan soal nilai atau zonasi membuat dirinya dan ratusan orang tua siswa berdemo di sekolah pada Senin (09/07), lalu. Dan karena itu pula sampai saat ini ratusan orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 23 mengkehendaki Kadisdik dicopot.

"Kami tidak tahu ada sistem zonasi, dan jalur lain. Jika mengacu aturan seharusnya anak kami diterima karena nilainya masuk dan pas diterima. Kami sudah sepakat mengirimkan surat ke Sekda untuk mencopot Kadisdik," ungkapnya.

Hal senada pun diungkapkan Zelani Putri Sari, 36, warga Jalan H Amil Ali, Kelurahan Penanggungan Barat, Kecamatan Cibodas ini. Ditegaskan dia, selain tak ada informasi soal zonasi dan jalur lain, Disdik Kota Tangerang juga tak memberikan tiga pilihan sekolah lain kepada siswa untuk mendaftarkan diri secara online. Kata dia, seharusnya pilihan tersebut diberikan untuk antisipasi anak mereka tak diterima dapat masuk ke sekolah negeri lain.

"Sangat fatal sekali ini, harusnya di web diberikan pilihan. Sudah saya tanyakan tapi tidak bisa dijelaskan. Jadi memang Kadisdik dicopot karena sudah bikin sudah kami," tegasnya.

Diakui Zelani, saat demo di halaman SMPN 23 pada Senin (9/7), lalu, Kadisdik tak dapat memberikan kepastian terhadap nasib anak mereka yang tersingkir dari daftar disekolah tersebut. Justru kata dia, orang nomor satu di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kota Tangerang. Sehingga keputusan 200 orang tua siswa yang mendaftar ke SMPN 23 ini berencana akan menjumpai Sekda untuk meminta pertanggungjawaban atas permasalahan tersebut.

"Biar Sekda tau kalau ini yang buat masalah adalah pegawainya sendiri. Memang tidak matang penyelenggaraan PPDB tingkat SMP negeri di kota ini. KPK yang sudah datang juga tak menyelesaikan masalah," imbuhnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #penerimaan-peserta-didik-baru #pemkot-tangerang 

Berita Terkait

IKLAN