Kamis, 20 September 2018 05:56 WIB
pmk

Megapolitan

DLHK Depok Masih Usaha Tangani Sampah di TPA Cipayung, Tiga Kolam Mulai Overload

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok masih berusaha menangani masalah sampah. Hal itu lantaran volume limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung telah meningkat drastis.

Hal itu diungkapkan Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati. Kata dia, untuk mengatasi masalah limbah masyarakat ada satu upaya yang akan ditempuh jajarannya. Salah satunya mengaktifkan puluhan unit pengolahan sampah (UPS) untuk melakukan pembuatan komposter.

"Ada 32 UPS yang mulai dioptimalkan. Nantinya UPS ini yang bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair. Untuk pengolahan plastik dijadikan barang bernilai ekonomis," tegasnya kepada INDOPOS saat dikonfirmasi, Rabu (11/7).

Tak sampai disana, kata Etty juga, guna mencegah pembuang sampah liar DLHK pun telah intens memantau atau monitoring dengan menerjunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. Selain itu, Tim Jaga Gonda pun diterjunkan melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda.
"Monitoring di lokasi yang rawan pembuang sampah liar. Sudah ada sanksi tegas kepada pelaku pembuang sampah di kali dan jalan. Ya sanksi tipiring berupa denda dan penahanan KTP," paparnya.

Ditanya soal antisipasi jangka panjang penanganan sampah, Etty mengaku, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pemprov Jawa Barat (Jabar) agar segera mengoperasikan TPA Nambo di Kabupaten Bogor dalam menampung sampah Depok. Pihaknya berharap dengan beroperasinya TPA Nambo dapat mengurangi volume sampah di TPA Cipayung.

Terkait penanganan longsoran sampah di Kali Pesanggrahan, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, sambung Etty, hal itu telah dikoordinasikan denganDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). Diakuinya, perbaikan dan pengangkatan limbah tersebut di mulai dikerjakan.

Data DLHK Depok dalam sehari ada 1200 ton sampah yang dibuang ke TPA Cipayung. Sedangkan daya tampung tempat tersebut tersisa 3000 ton. Bahkan tiga kolam penampungan sampah telah penuh dengan limbah yang menggunung. Ketinggian limbah tersebut mencapai 13 meter, ambang batas ketinggian 20 meter. 

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipayung, Kurnia Permitasari mengaku, untuk menunjang kesehatan warga Pemkot Depok memiliki program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih, untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kami bekerja sama dengan UPT Kebersihan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan pekerja di lingkungan TPA seminggu sekali. Pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis," pungkasnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dinas-lingkungan-hidup-dan-kebersihan #pemkot-depok #etty-suryahati #penanganan-sampah #tempat-pembuangan-akhir-cipayung 

Berita Terkait

IKLAN