Minggu, 23 September 2018 08:23 WIB
pmk

Banten Raya

Cegah Rusak Jalan, Cemindo Bangun Jalan Khusus

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah tokoh masyarakat,kepala desa dan unsur Muspika Lebak, Banten, menyambut gembira dibukanya akses jalan khusus untuk aktifitas operasi tambang atau jalan hauling yang dibangun oleh PT Cemindo Gemilang. Produsen semen Merah Putih ini membangun jalan khusus sepanjang 1,2 Km yang menghubungkan Desa Pamubulan dan Darmasari, Kecamatan Bayah,Kabupaten Lebak,Banten.

Dengan terbukanya akses jalan Hauling ini, maka penggunaan jalan nasional bagi transportasi material PT Cemindo Gemilang yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat bisa jauh berkurang. ”Alhamdulilah,dengan dibukanya jalan hauling ini,beban jalan nasional yang selama ini kerap digunakan untuk mengangkut material semen dapat berkurang secara siginifikan,” ujar camat Bayah, Suyanto kepada INDOPOS usai acara tasyakuran pembukaan jalan hauling yang dihadiri oleh jajaran direksi PT Cemindo Gemilang dan tokmas, serta unsur Muspika Kecamatan Bayah,Kamis (12/7).

Ia berharap,dengan dibukanya jalan hauling ini,nantinya semua angkutan bahan baku dari tambang ke pabrik bisa menggunakan jalan hauling atau jalan khusus yang dibangun oleh Cemindo,sehingga tidak lagi menggunakan jalan nasional Bayah-Cibareno.

“Jika nanti semua angkutan bahan baku sudah menggunakan jalan khsusus,kerusakan jalan nasional nantinya tidak lagi mengkambing hitamkan PT Cemindo Gemilang,”cetus Suyanto.

Sementara Head Of Human Capital PT Cemindo Gemilang, Eddy Tioe mengatakan, pembangunan jalan Hauling merupakan komitmen dari PT Cemindo Gemilang untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memenuhi rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Banten selaku Pembina teknis.

Sedangkan Sigit Indayana Humas PT Cemindo Gemilang menambahkan, selama ini pihaknya tidak memonopoli pengunaan jalan nasional,karena untuk pengangkutan bahan baku dari quari I ke quary II maupun ke pabrik sudah menggunakan belt conveyor sepanjang 8,7 kilometer.

”Tidak benar kalau kami dituding memonopoli pengunaan jalan nasional, karena selama ini kami mengunakan belt conveyor sejauh 8,7 kilometer untuk mengurangi beban angkutan di jalan nasional,” terang Sigit.

Demikian juga kata Sigit, selama ini distribusi produk semen keluar dari pabrik, sebagian besar dilakukan melalui pelabuhan pengangkutan bahan baku tanah liat, dari tambang Pamubulan Selatan ke Utara sejauh 3 kilometer.”Untuk angkutan produksi kami banyak menggunakan jalur laut,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pembangunan jalan khusus yang menghubungkan tambang Pamubulan Utara-Selatan, sejalan dengan arahan dari Dinas ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Provinsi Banten.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3, PJN (Penanganan Jalan Nasional ) Banten II, Kasmedi, juga menyambut gembira dibukanya jalan hauling oleh PT Cemindo, sehingga angkutan berat milik pabrik semen Merah Putih nantinya tidak lagi melewati jalan negarauntuk mengangkut material bahan baku.

”Tentu kami dari PUPR menyambut gembira dibukanya jalan hauling tersebut,sehingga beban jalan negara yang menghubungkan Bayah hingga batas Jabar tersebut dapat berkurang secara signifikan.Karena saat ini,jalan negarayang mengalami rusak berat itu dari Desa Darmasri ke Pambulan sepanjang belasan kilometer,” ujar Kasmedi.(yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #cemindo #produsen-semen-merah-putih #banten 

Berita Terkait

Banten Perpanjang Pendaftaran Siswa Online

Banten Raya

Stok Pangan di Banten Aman Jelang Lebaran

Banten Raya

PT Cemindo Bantah Monopoli Jalan Nasional

Megapolitan

IKLAN