Senin, 24 September 2018 02:53 WIB
pmk

Ekonomi

Semester I 2018, Pertamina EP Asset 4 Produksi Gas 174,87 Juta Standar Kaki Kubik

Redaktur: Ali Rahman

Lapangan Sukowati di Kabupaten Bojonegoro

INDOPOS.CO.ID - PT Pertamina EP (PEP) Asset 4, anak usaha PT Pertamina (Persero), melalui unit usahanya mencatatkan produksi gas sebesar 174,87 juta standar kaki kubik (MMSCFD) per hari pada semester I tahun 2018. 

Capaian ini 110,03 persen dari proyeksi perusahaan sepanjang 2018. Ini berkat program kerja yang berjalan dengan baik dan kerja sama yang solid di internal PEP Asset 4 serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

General Manager PEP Asset 4, Agus Amperianto mengatakan, kontribusi gas terbesar berasal dari Field Donggi Matindok di Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar 95,13 MMSCFD. 

Sementara, produksi minyak PEP Asset 4 semester I 2018 sebesar 13.728 barel per hari atau 97,96 persen dari target perusahaan. Produksi terbesarnya berasal dari Field Sukowati, di Bojonegoro, Jawa Timur, yaitu 6.785 barel per hari atau 107,17 persen dari target.

"Alhamdulillah, Field Sukowati yang baru dikelola secara penuh oleh PEP pada 20 Mei 2018, memberi kontribusi terbesar dari lima Field yang ada di bawah PEP Asset 4,” ujar Agus kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Kamis (12/7).

Produksi Sukowati sebelum terminasi 20 Mei tercatat 6.598 barel per hari. Sedangkan produksi setelah PEP mengambil alih pengelolaan dari JOB PPEJ (status 20 Mei 2018 sampai akhir Juni 2018) sebesar 7.424 barel per hari. Pada masa puncak, produksi minyak dari lapangan Sukowati pernah mencapai lebih dari 40 ribu barel per hari.

"Setrlah terminasi, kami berhasil menghidupkan kembali sumur-sumur yang mati akibat permasalahan pada sumur-sumur di Sukowati," akunya.

Untuk semester II 2018, PEP Asset 4 memproyeksikan produksi minyak sebesar 13.980 barel per hari dan gas 171 MMSCFD per hari. Guna mencapai target itu, berbagai langkah telah disiapkan, di antaranya pengeboran  sumur serta reparasi sumur lainnya di Field Cepu. 

Sementara untuk Field Poleng, juga sudah disiapkan beberapa kegiatan, di antaranya menjaga kestabilan tekanan sumur serta pemasangan subsea pipeline untuk mengaktivasi sumur-sumur BW Platform.

Selain itu, juga direncanakan pembangunam fasilitas pendukung di Field Donggi Matindok, PEP Asset 4. Termasuk juga memasangkan future facilities untuk penanganan kondensat berlebih dan untuk mengoptimalkan CPP Matindok.

Khusus untuk Field Papua, pada semester II tahun 2018 ada usulan pengiriman minyak mentah Salawati langsung ke Refinery Unit 7, Kasim. Itu akan mengurangi biaya sharing fasilitas, meminimalisir losses, serta mempercepat minyak menjadi revenue. 

Di Field Papua juga mempunyai potensi sumur eksplorasi KUW-1 sebagai alternatif sumber gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Klamono atau dijual ke pihak luar.

Sukowati Field Manager, Heri Aminanto menjelaskan, manajemennya telah menyetujui penambahan jumlah rig untuk melaksanakan program kerja yang telah disusun sehingga total menjadi tiga rig yang bekerja di Field Sukowati. 

“Field Sukowati juga tengah melakukan kajian subsurface untuk melakukan aplikasi teknologi baru menggunakan nitrogen pada sejumlah sumur yang diharapkan mendapatkan total tambahan produksi sekitar 450 barel per hari”, beber Heri.

“Kami juga mengkaji pemasangan gas compressor untuk sumur-sumur yang menggunakan gas lift sebagai booster untuk menaikan tekanan gas injeksi. Diharapkan hasilnya mendapatkan total tambahan produksi sebesar 225 barel per  hari,” sambungnya.

Tak hanya itu, pihaknua juga mengaktifkan kembali sumur-sumur mati di Field Sukowati dengan perkiraan 400 barel per hari dan work over pada lima sumur dengan estimasi total 500 barel per hari serta stimulasi/pengasaman pada tujuh sumur dengan total perkiraan 350 barel per hari.

Program paling strategis dari Field Sukowati adalah melakukan kajian di fasilitas produksi, salaj satunya pemasangan Early Production Facility (EPF) di Sukowati PAD A dan B untuk sumur natural flowing yang diharapkan mendapatkan 400 barel per hari dan menghemat tekanan reservoir sehingga memperpanjang usia sumur. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertamina-ep #agus-amperianto 

Berita Terkait

IKLAN