Megapolitan

Kenaikan Harga Telur Dikeluhkan Pedagang

Redaktur:
Kenaikan Harga Telur Dikeluhkan Pedagang - Megapolitan

MEROKET-Pedagang menata telur ayam di salah satu agen telur di Pasar Cibinong Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/7).

INDOPOS.CO.ID - Ratusan pedagang telur di Kota Tangerang meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar monitoring harga. Musababnya, harga telur ayam dalam satu bulan di kota itu terus meroket. Kenaikan harga itu pun membuat pedagang rugi besar karena berkurangnya pembeli.

Salah satu pedagang telur di Pasar Ciledug, Maman Faldirihin mengaku kenaikan harga telur terjadi sejak pertengahan Juni lalu. Kenaikan harga telur ayam mencapai Rp 5 ribu/kilogram (kg). Saat ini harga telur ayam Rp 28 ribu/kg dari harga Rp 23 ribu/kg. Sedangkan harga telur per peti mencapai Rp 412 ribu.

”Harga naik sejak pertengahan Juni. Sekarang jualan sepi, pembeli berkurang. Ingin Pemkot Tangerang turun buat monitoring harga. Kenaikannya sampai Rp 5 ribu,” katanya kepada INDOPOS, Jumat (13/7). Diakui Maman, adapun kenaikan harga telur ayam ini lantaran adanya kenaikan harga pakan ayam di tingkat peternak.

Sehingga terjadi kenaikan pada harga distribusi telur ke pedagang dan agen telur di pasar tradisional. Akibat tungginya harga telur itu pelanggan pun mulai mengurangi pembelian. ”Kenaikan sedikit berpengaruh terhadap pendapatan kami. Ya, karena mahal pembelinya jarang yang belanja,” jelasnya juga.

Perlunya monitoring harga telur oleh Disperindag Kota Tangerang karena banyak pedagang mengeluh. Sebab, telur ayam tersebut menumpuk dan dikhawatirkan membusuk. Selain itu juga, isu kenaikan harga pakan ternak tersebut dimainkan para tengkulak yang mengeruk untung dari pedagang.

Menyikapi itu, Kabid Perdagangan pada Disperindag Kota Tangerang Junijar menuturkan, harga kenaikan telur disebabkan kenaikan harga pakan ayam. Dia mengaku telah mengetahui kenaikan harga telur tersebut sejak tiga pekan lalu. Kata dia, meroketnya harga itu tidak akan menimbulkan inflasi dan kerugian kepada pedagang.

”Informasinya sudah masuk ke kami. Kami sudah melakukan monitoring harga telur. Persoalannya memang harga pakan ayam naik. Terkait tingginya dolar," tuturnya. Ditambahkan Junijar, pihaknya akan terus berupaya menjaga stok ketersediaan telur di pasaran sehingga kebutuhan pokok ini masih bisa didapatkan masyarakat.

Bahkan, pengawasan harga dari distributor telur ke pedagang telah dilakukan juga. Pihaknya berharap harga pakan turun yang akan membuat harga telur normal kembali. ”Kami masih menjaga stok ketersediaan agar tetap aman dan masyarakat. Jika ada yang bermain akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (cok)

 

Berita Terkait

Megapolitan / Harga Telur Babak Belur

Nasional / Desak Pemerintah Turunkan Harga Telur

Nasional / Pasokan Stabil, Harga Telur Malah Melonjak

Nasional / Telur Naik karena Penyakit yang Sudah Diberantas

Megapolitan / Telur Tembus Rp 30 Ribu/Kg, Pakan Ternak Jadi Alasan

Jakarta Raya / Harga Bahan Pokok Mulai Menanjak


Baca Juga !.