Jumat, 21 September 2018 11:00 WIB
pmk

Nusantara

Dua Ribu Siswa Baru di Bali Upacara Minta Sehat

Redaktur: Redjo Prahananda

Bupati Karangasem Bali, IGA Mas Sumatri bersama Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, Direktur Urusan Agama Hindu Kemenag, I Wayan Budha yang duduk bersama ketua PHDI pusat saat pelaksanaan upacara Pawintenan, di Taman Budaya Candra Buana Bhuwana Amlapura, Jumat (13/7)

INDOPOS.CO.ID - Sebanyak 2 ribu siswa SMA, SMP, dan SMK di Karangasem, Bali menggelar upacara untuk memohon diberikan kesehatan jasmani dan rohani agar dapat menerima ilmu pengetahuan dengan baik dan lancar, Jumat (13/7).

Tradisi yang dikenal dengan sebutan pewintenan itu dihadiri Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Kepala Dinas Pendidikan Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, dan Direktur Urusan Agama Hindu Dirjen Bimas Hindu Kemenag, I Wayan Budha.

“Pelaksanaan pawintenan ini dilandasi nilai ajaran agama Hindu, bahwa untuk mulai mempelajari sesuatu yang baru wajib mohon restu agar senantiasa diberikan petunjuk belajar dengan baik dan berharap ilmu tersebut bermanfaat," ujar Bupati saat memimpin upacara di Taman Budaya Candra Buana Bhuwana Amlapura itu.

Adapun yang menjadi landasan bagi pelajar adalah niat dan tata krama yang baik. Sebab ilmu pengetahuan ibarat pisau bermata dua. Bisa jadi bermanfaat ketika berada pada orang yang baik, namun bisa pula menghancurkan keberadaban manusia bila berada pada orang yang jahat.

"Pelaksanaan pawintenan ini dilandasi keinginan agar ilmu pengetahuan berada pada orang yang baik, dan kelak dapat bermanfaat bagi umat manusia”, tutur Bupati.

Bupati menambahkan, tak hanya siswa, upacara ini juga diikuti para guru agar keduanya siap dalam proses belajar dan mengajar.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika menyatakan bahwa upacara tesebut bertujuan untuk membersihkan hati dan mempertajam pikiran.

"Pertama, dengan pikiran yang tajam siswa akan mampu lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan di sekolah. Kedua, untuk membersihkan hati dengan cara memperhalus budi pekerti, berbicara sopan dan berprilaku yang baik," katanya.

Intinya, lewat upacara ini diharapkan siswa dapat memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial sehingga menjadi teladan bagi masyarakat. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #karangasem #bali #pewintenan #i-gusti-ayu-mas-sumatri #i-gusti-ngurah-kartika 

Berita Terkait

IKLAN