Kamis, 22 November 2018 06:14 WIB
pmk

Megapolitan

Tiga Tahun, 500 Pengguna dan Bandar Narkoba Dibekuk

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangerang Selatan (Tangsel) menyebutkan tiga kecamatan di wilayahnya rawan peredaran narkoba. Selain jadi tempat peredaran narkoba, tiga wilayah itu juga banyak dihuni oleh pengguna sampai bandar berbagai jenis narkoba.

Kepala BNNK Tangsel AKBP Stince Djonso mengatakan tiga kecamatan yang merah itu adalah Kecamatan Ciputat, Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Pondok Aren. Dia juga mengatakan, pemberantasan narkoba di daerah itu juga sulit. Meski begitu, tiga daerah merah itu terus diawasi oleh jajarannya.

”Tiga kecamatan itu marak peredaran narkoba jenis sabu, ganja dan ekstasi. Di sana peredaran narkoba juga dikendalikan oleh bandar besar narkoba dari daerah lain,” terangnya kepada sejumlah wartawan termasuk INDOPOS, Jumat (13/7). Dia juga mengatakan, nyaris tiap hari pihaknya mendapatkan laporan dari warga terkait transaksi peredaran narkoba di tiga kecamatan tersebut.

”Daerah juga merupakan wilayah padat penduduk. ,” ujarnya lagi. Stince juga mengatakan, rawannya peredaran narkoba di tiga kecamatan itu lantaran sejak tiga tahun terakhir yakni 2015-2017 terjadi penangkapan terhadap pengedar dan bandar mencapai 500 kasus.

Pengungkapan kasus narkoba itu ditangani oleh Polres Tangsel, Polda Metro Jaya sampai BNN Pusat. Dengan barang bukti sitaan berupa sabu, ganja dan ekstasi yang beratnya mencapai puluhan kilogram.

Menurutnya Stince juga tingginya peredaran narkoba di tiga kecamatan tersebut disebabkan beberapa hal. Salah satunya tingginya minat remaja dan pemuda mengkonsumsi barang haram tersebut, dan mudahnya akses para bandar untuk menjual narkoba itu ke pengguna di lingkungan warga.

”Inilah yang membuat meningkatnya peredaran narkoba di tiga kecamatan itu. Yang berbelanja narkoba pun bukan warga Kota Tangsel melainkan dari beberapa daerah lain yang ada di sekitar Jakarta. Jadi tidak heran kalau wilayah ini ditetapkan sebagai zona merah peredaran narkoba,” cetusnya juga.

Karena itu, ada sejumlah langka yang dilakukan BNNK untuk mencegah makin meluasnya peredaran narkoba di sana. Seperti, melakukan pemantauan, pemberantasan, penangkapan hingga sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya narkoba.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan unsur Muspida Tangsel dalam menekan peredaran narkoba di tiga kecamatan tersebut. ”Kami akan terus melakukan upaya itu memberantas peredaran narkoba di Kota Tangsel. Untuk tim pemberantasan sudah kami persiapkan. Kami ingin merunah pola pikir warga agar mau ikut berantas narkoba disana,” paparnya juga.

Sementara itu, Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menuturkan, meningkatnya peredaran narkoba di tiga kecamatan di Kota Tangsel disebabkan tidak jalannya program BNNK memberantas peredaran narkoba. Apalagi, sampai sekarang tindakan tegas belum diberikan kepada pengedar dan bandar barang haram tersebut.

”Petugas kita masih mencla-mencle dalam memberikan sanksi. Sekarang ini untuk merubah stigma ke pengguna itu susah. Makanya harus ada formulasi yang tepat pihak terkait agar maksimal menekan peredaran narkoba,” ujarnya.

Bambang juga mengaku memberantas narkoba di Kota Tangsel bukanlah perkara mudah. Sebab, barang haram ini menjadi komoditas bisnis yang menggiurkan oleh warga. Mengingat proses jual beli narkoba golongan satu itu sangat cepat dan memberikan keuntungan besar. Jadi, katanya juga, diperlukannya komitmen warga dan pemerintah memberantasnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #narkoba 

Berita Terkait

IKLAN