Rabu, 26 September 2018 04:15 WIB
pmk

Ekonomi

Berbeda dengan ICO yang Gunakan Bitcoin, Cyronium Memiliki Jaminan Fisik

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Berbeda dengan ICO yang menggunakan mata uang digital (bitcoin), Cyronium yang merupakan platform investasi dan pendanaan UKM berbasis teknologi blockchain terbilang lebih aman, pasalnya setiap investor akan memilki jaminan berupa emas, sehingga nilai dari Cyronium tetap berdasar pada aset riil. 

Sebagai aset digital, selain memiliki kesamaan dengan Bitcoin yang memiliki future value dengan sifat kenaikannya yang tidak terbatas dan seperti saham yang dipengaruhi permintaan dan penawaran, Cyronium memiliki underlying. Ada nilai batas bawah yang dijaga oleh logam mulia. Jadi, risiko kerugian bisa diminimalisir.

Cyronium memiliki kelebihan dalam transparansi, desentralisasi, dan keamanan data di dalamnya. Teknologi ini diyakini dapat membantu tracing fund flow yang memungkinkan pemilik bisnis ataupun investor dapat saling terlibat melakukan monitoring terhadap proses bisnis.

Selain investasi, Cyronium saat ini turut berperan aktif membantu pertumbuhan UKM melalui program pendanaan dengan menyasar 10.000 UKM seperti yang disampaikan Mardigu Wowiek selaku Founder Cyronium, Kamis (12/8) kemarin di Jakarta.

“Banyak sekali UKM yang kesulitan mendapatkan tambahan modal lewat perbankan untuk mengembangkan bisnisnya. Hal ini karena bank sebagai salah satu lembaga pendanaan konvensional saat ini lebih melihat ke jaminan dari sisi fisik saja.”

“Target kami (Cyronium) dalam tiga tahun dari 10.000 UKM yang didanai, minimal 30%-nya sudah bisa keluar dari zona UMKM dan berpenghasilan Rp. 400 juta sebulan,” tambah Mardigu.

Menanggapi kemunculan Cyronium, pakar teknologi blockchain Pandu Sastrowardoyo mengatakan, “Jika dianalogikan, Cyronium ini merupakan good project for good people, mengapa demikian,? Karena dengan penggunaan blockchain, semua data yang ada saling transparan antara satu dengan yang lain,” ungkap Pandu.

Terkait pendanaan UKM Cyronium, Bussines Manager Cyronium, Satria Perdana menyampaikan, "Sejauh ini sudah 7.000 pelaku UKM yang mendaftar untuk mendapatkan pendanaan, dan kami akan seleksi pada 17 Agustus nanti," imbuhnya. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi 

Berita Terkait

Arcandra: Naik karena Laju Ekonomi Kencang

Headline

Neraca Perdagangan Defisit

Headline

IKLAN