Senin, 24 September 2018 07:01 WIB
pmk

Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2022 Qatar: Ubah Tradisi, FIFA Otoriter

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Pemindahan jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA Maret lalu di Lima Peru. Penyelenggaraan bukan lagi dilakukan periode Juni-Juli. Melainkan November-Desember.  Namun seiring rampungnya Piala Dunia 2018 Rusia ini, pergeseran jadwal itu kembali 'diributkan'. Khususnya perwakilan tim-tim Eropa. Perubahan kalender itu dianggap akan merugikan kompetisi di Benua Biru yang bergulir periode Agustus sampai Mei.

Seperti diberitakan National Post Minggu (15/7) sejak Infantino mengumumkan pergeseran jadwal lima bulan silam beberapa klub Eropa pun kemudian melakukan pertemuan. Tujuan pembicaraan perwakilan klub-klub itu jelas. Bersatu dan menentang kehendak FIFA.

CEO European League Lars-Christer Olsson mengatakan arogansi FIFA ini merupakan langkah mundur dari induk organisasi sepak bola dunia itu. Olsson menyebut sikap FIFA era Infantino ini adalah mirip FIFA era Sepp Blatter.

 “Kami menginginkan keterbukaan dan transparansi mengapa FIFA sepakat dengan pergeseran jadwal dari musim panas ke musim dingin. Jangan sampai FIFA saat ini melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang FIFA lama,” kata Olsson.

Olsson yang menjabat Sekretaris Jendral UEFA ketika Infantino ketika jadi Presiden UEFA . Menurut desas-desusnya ada sejumlah uang tak diberikan di bawah tangan kepada anggota Komite Eksekutif FIFA untuk mengesahkan jadwal Piala Dunia 2022 Qatar ini.

Deputi Sekretaris Jendral untuk Bidang Turnamen Nasser Al-Khater kepada SBS Nation kemarin mengatakan pergeseran jadwal ini disebabkan oleh lebih bersahabatnya temperatur pada periode November-Desember ketimbang Juni-Juli.

 “Temperatur Juni-Juli akan lebih ekstrim. Kami juga akan berusaha memenuhi permintaan FIFA agar suhu udara di dalam stadion berkisar 17 derajat Celsius atau di bawahnya,” tutur Al-Khater kepada SBS Nation.

Pergeseran jadwal ini akan mengubah tradisi yang sudah terjadi selama 92 tahun. Seperti diberitakan Latin American Post kemarin Infantino sudah membeberkan kalau jadwal Piala Dunia 2022 ini sudah disosialisasikan pasca  kongres tahunan Maret lalu.

 “Para pemain yang berkompetisi di Eropa khususnya tak habis tenaganya ketika bermain di Piala Dunia setelah satu musim berkompetisi. Piala Dunia 2022 bergulir dua sampai tiga bulan setelah kalender musiman di Eropa bergulir,” kata Infantino seperti dikutip Latin American Post.

Liga-liga di Eropa memang paling berat hati dengan melepas pemainnya di akhir tahun untuk Piala Dunia. Ada ketakutan dari klub-klub pemainnya terkena Virus FIFA atau kena cedera saat membela negara di turnamen FIFA.

Sampai kemarin belum ada liga di Eropa yang mengeluarkan pernyataan resmi tentang pengaturan ulang kalender kompetisi musim 2022-2023.  Menurut Latin American Post sebagai solusi untuk liga-liga Eropa adalah memulai kompetisi lebih cepat. Jika biasanya Agustus baru bergulir, bisa saja dimajukan menjadi Juli. (dra)


TOPIK BERITA TERKAIT: #piala-dunia-2018 

Berita Terkait

IKLAN