Selasa, 25 September 2018 10:22 WIB
pmk

Kesehatan

Kontrol Gula Darah, Ganti Karbo dengan Cara Tepat

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes dapat berisiko menimbulkan dampak pada kesehatan, seperti kelelahan, pusing, kerusakan saraf, gagal ginjal, penyakit jantung, masalah pada mata, lebih rentan terkena infeksi dan luka, bahkan kehilangan kesadaran atau koma

Dilansir dari diabetes.co.uk, Senin (9/7), mengganti karbohidrat seperti nasi, roti, pasta, dan kentang bisa dilakukan. Caranya dengan mengganti atau mengurangi porsinya dan diganti dengan protein seperti daging dan telur.

Menurut para peneliti Denmark, dengan mengurangi energi yang diperoleh dari karbohidrat dan meningkatkan asupan protein, peserta juga merasa lebih kenyang di antara waktu makan. Studi ini menambah bukti yang menunjukkan bagaimana makan rendah karbohidrat dapat meningkatkan kualitas kesehatan, terutama bagi orang-orang dengan diabetes tipe II.

Responden terdiri dari sebanyak 16 orang dengan diabetes tipe II berusia 43-70 yang sedang diobati dengan metformine. Dibagi menjadi tiga kelompok yakni diet standar, diet tinggi karbohidrat atau diet protein tinggi.

Kelompok yang terakhir mengurangi energi mereka berupa karbohidrat dari 29 persen menjadi 16 persen dan meningkatkan energi protein dari 31 persen menjadi 54 persen. Para peneliti dari Universitas Kopenhagen mengungkapkan hasilnya bahwa mereka yang mengikuti diet tinggi protein telah mengurangi kadar glukosa setelah makan sebesar 18 persen. Lalu juga menurunkan total insulin sebesar 22 persen dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi.

Peneliti juga menemukan bahwa kadar dua hormon lain yang terlibat dalam metabolisme yakni glukosa-dependent insulinotropic polypeptide dan glucagon-like peptide 1 meningkat masing-masing 35 persen dan 17 persen. Selanjutnya, mereka yang diet protein tinggi melaporkan merasa kenyang lebih lama di antara setiap makan. Bahkan bisa mengurangi keinginan mengemil.

Para peneliti mengatakan efeknya akan lebih optimal jika didukung dengan olahraga dalam jangka panjang. Temuan ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine. (cr3/jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gula-darah #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN