Selasa, 13 November 2018 02:16 WIB
pmk

Jakarta Raya

Cegah Influenza Saat Bertanding, Semua Atlet Disuntik Vaksin

Redaktur:

SIAP TANDING-Para atlet Asian Games dan Paragames berfoto bersama usai melakukan vaksin  influenza, Senin (16/7). Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Menjelang pelaksanaan Asian Games dan Asian Paragames 2018 di Indonesia, Pusat Pengembangan IPTEK dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) memberikan layanan kesehatan berupa vaksinasi influenza. Vaksinasi ini diberikan kepada para atlet yang akan berlaga di ajang olahraga terbesar se-Asia demi mendapatkan prestasi yang maksimal.

Deputi IV Bidang Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana menjelaskan, vaksin influenza diperlukan bagi para atlet karena mobilitas mereka yang tinggi dan berinteraksi dengan banyak orang.

Karena itu, vaksin ini diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka agar tak mudah terkena virus influenza. ''Supaya atlet tetap bugar, fokus, dan tidak terpengaruh dengan virus yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh,'' ujarnya di Wisma Kemenpora, Senayan Jakarta Pusat, Senin (16/7).

Pemberian vaksin influenza kepada para atlet Indonesia kali ini, lanjut Mulyana, merupakan yang pertama. Dari total 1.303 orang yang terdiri dari 949 atlet, pelatih dan manager kontingen Indonesia, hanya akan ada 120 atlet yang diberi vaksin influenza.

''Tidak semua atlet kami beri vaksin influenza. Hanya ada 120 atlet dan ini diberikan secara bertahap karena ini baru pertama kali kami lakukan,'' kata Mulyana.

Jenis vaksin yang akan diberikan adalah vaksin influenza. Meski penyakit ini terkesan sepele, namun influenza yang menyerang seorang atlet dapat sangat merugikan karena dapat mempengaruhi prestasi pribadi bahkan tim.

Penularan virus ini sangat mudah, bisa lewat udara atau aerosol, percikan ludah atau droplet, dan kontak langsung dari seseorang yang infeksius. Meskipun influenza bisa saja sembuh dengan sendirinya, namun perlindungan harus tetap dilakukan khususnya untuk para atlet yang akan berlaga.

Influenza merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan yang sangat mudah menular. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya ada 500 ribu kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh virus influenza setiap tahunnya. Walau terkesan sepele, virus influenza dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, sinusitis, hingga memperburuk kondisi medis seperti gagal jantung, asma, atau diabetes.

Mengingat bahaya komplikasi influenza, maka WHO menyarankan setiap orang untuk mendapatkan vaksinasi influenza setahun sekali. Hal tersebut juga berlaku bagi para atlet, yang sangat berisiko untuk mengalami influenza.

Bagi atlet, influenza akan sangat merugikan karena dapat membuat tubuh menjadi lemas dan tidak dapat berlatih secara optimal. ''Apalagi bila satu atlet terkena influenza, maka ia dapat menularkannya ke anggota tim yang lain sehingga dapat menurunkan performa tim secara keseluruhan. Kami berharap pemberian vaksin influenza ini dapat mendukung performa atlet Indonesia di ajang Asian Games yang mendatang,'' jelas Staf Ahli Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) Hariyono.

Atlet menjadi kelompok yang berisiko untuk terjangkit influenza karena sering berpergian ke berbagai tempat untuk bertanding dan melakukan kontak dengan banyak orang. Selain itu atlet juga melakukan olahraga yang intens dengan durasi yang cukup lama, terlebih lagi saat ada pertandingan besar seperti Asian Games.

Padahal olahraga intens yang dilakukan lebih dari 90 menit dapat membuat atlet rentan terhadap penyakit. ''Latihan intens yang terus dipaksakan saat atlet sedang sakit juga dapat menurunkan kemampuan atlet tersebut untuk melawan penyakit dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya,'' tambah Hariyono.

Kekebalan tubuh terhadap virus influenza akan terbentuk dua minggu setelah pemberian vaksin. Vaksin influenza tersebut akan bertahan selama setahun maka vaksin perlu diulang setiap tahunnya agar tubuh mendapat kekebalan yang optimal.

''Hal tersebut karena virus influenza mudah sekali bermutasi, maka WHO menyarankan agar setiap orang mendapatkan vaksin influenza setahun sekali,'' jelas Iris Rengganis, selaku Satgas Imunisasi Dewasa. Vaksin influenza efektif melindungi hingga 90 persen individu sehat berusia kurang dari 65 tahun yang telah mendapatkan vaksin. Kalaupun menderita influenza, seseorang yang telah divaksin memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami komplikasi. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #jelang-asian-games #vaksin-atlet-asian-games 

Berita Terkait

PMKS Siap-Siap Ditertibkan

Jakarta Raya

Sanitasi Jalur Torch Relay Dibenahi

Jakarta Raya

AMPG DKI Dukung Asian Games

Nasional

Setu Babakan Dijadikan Paket Wisata Asian Games

Jakarta Raya

Polemik Tiket Asian Games Masih Berlanjut

Jakarta Raya

IKLAN