Selasa, 25 September 2018 06:15 WIB
pmk

Opini

Permainan Suit Jokowi, Prabowo dan Anies

Redaktur:

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Masih ingat permainan suit (shuwit)? Permainan masa kita kanak-kanak untuk menentukan siapa yang dapat giliran. Permainan yang hanya melibatkan tiga jari, yaitu _jempol, telunjuk_ dan _kelingking_. Ini permainan berusia tua, yang konon cukup populer di kalangan para saudagar tanah pada masa Dinasti Han di China.

Mengambil analogi permainan suit, tiga tokoh politik kita yaitu Jokowi, Prabowo dan Anies ibarat jari _telunjuk, kelingking_ dan _jempol_.

Jokowi ibarat jari _telunjuk_. Ia penguasa. Dengan telunjuknya bisa perintahkan siapa saja, bisa akses apa saja, dan bisa "berbuat" apa maunya. Bahkan jika mau, bisa tekan, sandera dan jadikan tersangka siapa saja. Ini menyangkut pilihan dan peluang sebagai penguasa. Soal ada kemauan atau tidak, bergantung mental penguasa itu sendiri. Dimana pun penguasa punya peluang itu.

Prabowo, ibarat jari _kelingking_, Cukup merepotkan. Jadi kerikil tajam. Mengganggu kenyamanan penguasa. Tapi, tetap kecil, karena tak punya kuasa. Meski pemimpin partai besar yaitu Gerindra, dengan 73 kursi, tetap saja mudah ditekan dan dikalahkan oleh penguasa. Cukup tunjukkan jari _telunjuk_, _kelingking_ kalah dalam permainan suit.

Selama lima tahun, kekuatan koalisi Prabowo habis. PAN, PPP dan Golkar dipreteli dari Koalisi Merah Putih (KMP) besutan Prabowo. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) makin hebat. Setelah itu, KMP dan KIH bubar, seolah tak berbekas. Penguasa berhasil.menghilangkan jejak dikotomis. Mengebiri peran oposisi. Langkah ini terbukti taktis dan efektif.

Tersisa PKS yang setia jadi sekutu Prabowo. PKS pun ikut dihajar. Partai Wahabi, partai radikal, terkontaminasi teroris, anti Pancasila, sumber gaduh nasional dan stigma-stigma rekayasa lainnya. PKS kena imbasnya. Jari _telunjuk_ terbukti ampuh tenggelamkan _kelingking_ dan sekutunya. Bahkan untuk kebutuhan pilkada dan nyapres saja, Prabowo sudah mengeluh soal logistik. Benar-benar habis.

Mau kalahkan _telunjuk_? Harus dengan jari _jempol_. Cirinya, mesti smart dan bersih. Harus tangguh, tidak bisa didekati dan diintervensi. Meski clean sehingga gak bisa disandera. Performa dan bicaranya kudu menarik, dan mampu membuat orang simpati. Punya panggung untuk tampil. Karakter ini ada di Anies Baswedan.

Anies sedang punya performa bagus. Ada panggung yang berhasil menghipnotis publik. Program-program DKI dianggap sukses melampaui target. Ini blessing.

Ibarat _jempol_, Anies sedang berada di posisi itu. Namanya masuk survei kandidat capres. Paling dinamis diantara kandidat yang lain. Bahkan diprediksi mampu melampaui Jokowi sebagai top skor saat ini. Anies kalahkan Jokowi? Itulah analisis hasil sejumlah survei.

_Jempol_ kalahkan _telunjuk_. Itulah hukum yang berlaku dalam permainan suit. Permainan suit menggambarkan realitas sosial yang sesungguhnya. Ibarat _jempol_, Anies tak bisa ditekan dengan _telunjuk_. Kasus Sandi dan Reklamasi adalah bukti betapa _telunjuk_ tak efektif diarahkan ke Anies. Begitu juga demo yang hampir setiap hari dikirim ke Balaikota, tak juga bisa menekan Anies. Apalagi cuma disoraki huuu di Istana Bogor dan dihadang di GBK. Anies layak disebut _jempol_.

Meski potensial dan berpeluang kalahkan Jokowi (telunjuk), _jempol_ tetap tak bisa melampaui _kelingking_. Meski kecil, _kelingking_ bisa halangi _jempol_.

Prabowo punya saham terhadap Anies. Jabatan Gubernur DKI Jakarta berawal dari legowonya Prabowo terima Anies. Inilah salah satu bukti kenegarawanan Prabowo. Memberi peluang kepada tokoh yang sempat berseberangan dengannya di masa lalu. Dan Anies punya pegangan moral, tak akan kalahkan Jokowi jika tak diijinkan Prabowo.

Kunci saat ini ada di sang pemilik jari _kelingking_, yaitu Prabowo. Mau maju sendiri dihadang jari _telunjuk_ penguasa. Atau legowo kedua kalinya dengan memberikan peluang dan kesempatan pada _jempol_ untuk kalahkan _telunjuk_. Dengan begitu, _jempol_ dan _telunjuk_ akan dikuasainya. Disamping _kelingking_ yang sudah dimilikinya. Itulah sebuah kemenangan yang sesungguhnya. Menguasai semua jari-jari penentu bangsa ini

Kalau Anies jadi presiden, maka jari _jempol, telunjuk_ dan _kelungking_ ada di tangan Prabowo. Maka Prabowo yang akan jadi penguasa dan penentu yang sesungguhnya. Prabowo adalah _King Maker_ sejati bangsa ini.

Jakarta, 17-7-2018


TOPIK BERITA TERKAIT: #opini #tony-rosyid 

Berita Terkait

Survei Ngawur LSI

Opini

Pilpres Memanas, Dua Kubu Saling Serang

Opini

Houston

Opini

Hukuman Baru yang Dicepatkan

Opini

Dikepung Massa, Jokowi Bernasib Seperti Ahok?

Opini

Dikepung Massa, Jokowi Bernasib Seperti Ahok?

Opini

IKLAN