Minggu, 18 November 2018 11:12 WIB
pmk

Hukum

KPK Sita Dokumen Blackgold dari Kantor PT PLN

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - KPK menyita dokumen penunjukan perusahaan Blackgold Natural Recourses Limited sebagai penggarap pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Riau I. Hal itu berdasarkan hasil penggeledahan di tiga lokasi dan salah satunya kantor PT PLN.

"Dari ketiga lokasi disita dokumen terkait latar belakang penunjukan Blackgold," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Selasa (17/7).

Selain menyita dokumen penunjukan Blackgold, lanjutnya, penyidik KPK turut membawa dokumen perjanjian, skema proyek PLTU berkapasitas 2x300 megawatt, serta dokumen-dokumen rapat rapat.

"Selain itu ada barang bukti elektronik berupa CCTV dan alat komunikasi," tukasnya.

Dia menguraikan, penggeledahan di ruang kerja Eni Saragih selesai pukul 22.00, di kantor PT Pembangkit Jawa-Bali selesai sekitar pukul 01.00 dini hari, sementara di kantor PT PLN selesai terakhir sekitar pukul 02.00 dini hari.

Diketahui, Blackgold lewat anak usahanya PT Samantaka Batubara membentuk konsorsium bersama PT Pembangkit Jawa-Bali dan China Huadian Engineering Co., Ltd, dalam proyek pembangunan pembangkit listrik yang menjadi bagian dari proyek 35 ribu Megawatt (Mw) itu. BlackGold dan Samantaka telah meneken Letter of Intention (LoI) untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) PLTU Riau-I pada Januari 2018 lalu. Rencananya, Samantaka akan menjadi pemasok tetap batu bara ke PLTU mulut tambang itu. Proyek PLTU Riau-I merupakan proyek penunjukan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali sejak dua tahun lalu. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 dan nilai proyek itu mencapai US$900 juta. (aen)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsipln #korupsipltu #kpk 

Berita Terkait

IKLAN