Rabu, 26 September 2018 12:11 WIB
pmk

Nusantara

Ngeri, Dibunuh, Jasad Pasutri Terpisah 300 Meter

Redaktur:

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Net

INDOPOS.CO.ID- Peristiwa pembunuhan menghebohkan warga RT 5, Dusun 2, Parit 12, Afdeling 4, Desa Kuala Puntian, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Pasangan suami istri (pasutri), Ishak, 60, dan Darkem, 45, yang baru menikah setahun terakhir ditemukan tak bernyawa.

Pertama kali, warga menemukan Darkem di kamar rumahnya, Sabtu (14/7), pukul 15.30 WIB. Barulah keesokan harinya (Minggu), pukul 13.00 WIB, warga menemukan jasad Ishak sekitar 300 meter dari rumahnya. Tubuh pria itu terbujur kaku dekat gubuk tua yang kosong di areal Afdeling PT MAS.

Penemuan jasad kedua korban ini berawal dari kecurigaan warga setempat. Sudah dua hari (Jumat-Sabtu), rumah sekaligus warung pasutri ini tertutup. ”Biasanya selalu buka,” kata Helmi, warga Desa Kuala Puntian.

Tidak hanya warga sekitar, beberapa pekerja PT MAS yang biasa belanja di sana mengeluh. Mereka harus belanja di tempat lain yang jaraknya lebih jauh. Sabtu sore, Rifan, warga setempat yang curiga lalu mendatangi rumah pasutri ini.

Sebelumnya, beberapa kali dia menelepon Ishak maupun Darkem, tapi tidak diangkat. Tiba di rumah, Rifan mengajak warga sekitar untuk mengintip ke dalam rumah yang tertutup rapat. ”Terlihat tubuh Darkem terbaring di dalam kamar,” ungkapnya.

Akhirnya pintu rumah didobrak dan temuan itu dilaporkan ke Polsek Tanjung Lago. Baru sekitar pukul 22.00 WIB, jasad dievakuasi ke RS Bhayangka Palembang.

Kepalanya dibekap memakai bantal dan ditutupi selimut. Namun sang suami Ishak  tidak ditemukan di kediamannya. Sempat mengira suami korban yang membunuh istrinya. ”Sempat menduga seperti itu,” ucapnya. Tapi keesokan harinya, Minggu (15/6), sekitar pukul 13.00 WIB, salah satu warga yang hendak menuju kebun sawit menemukan sesosok mayat tergeletak di dekat gubuk tua.

Bersama Polsek Tanjung Lago dan Satreskrim Polres Banyuasin, dilakukan olah TKP. Warga sekitar berharap pelaku pembunuhan terhadap pasutri ini segera ditangkap, karena membuat warga resah. ”Kita harapkan kepada petugas kepolisian untuk tangkap pelaku secepatnya,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem SIK, mengatakan, kalau pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Untuk motif belum bisa dipastikan,” tandasnya.

Sekretaris Desa Kuala Puntian, Huzairin menduga kasus pembunuhan terhadap pasutri ini terkait utang piutang. ”Diduga ada karyawan PT yang punya utang dengan korban. Informasinya, pegawai itu tidak mau bayar,” kata Huzairin. Dugaan ini menguat karena Selasa  (10/7) lalu, sempat terjadi keributan antara korban dengan seorang pegawai PT MAS.

Cekcok mulut itu dilerai warga dan pegawai PT MAS lainnya. ”Tapi itu baru dugaan. Yang pasti, rumah ini sekaligus tempat karyawan perusahaan itu belanja, baik makan, minum dan lainnya,” bebernya.

Diakui Hazairin, korban Ishak merupakan warga asli Desa Kuala Puntian. Orangnya baik, dan bergaul dengan warga sekitar. ”Kami tidak menyangka ada kejadian seperti ini,” tukasnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan, siapa pun pelaku pembunuhan terhadap pasutri tersebut akan dikejar sampai dapat. "Ke mana pun kami kejar. Harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tim Jatanras akan mem-back up polres dan polsek," pungkasnya. (vis/qda/ce1/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembunuhan #sumatera-selatan #utang-piutang 

Berita Terkait

Mesir Bunuh Puluhan Pemberontak

Internasional

Mafia Narkoba Bunuh Polisi

Nusantara

Oposisi Bersekongkol Bunuh Presiden Venezuela

Internasional

Tukang Jagal Sapi Habisi Nyawa Preman

Nusantara

Dibakar Cemburu, Kekasih Mantan Pacar Dihabisi

Megapolitan

IKLAN