Kamis, 15 November 2018 05:07 WIB
pmk

Megapolitan

Proyek Landmark Kota Bekasi Mangkrak

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Sudah setahun ini, proyek pembangunan landmark atau ikon Kota Bekasi dengan nilai Rp 15 miliar mangrak pengerjaannya. Sejak dihentikan pembangunannya pada 2017 lalu, proyek yang setengah jadi dan berdiri di tengah pusat Kota Bekasi itu sampai sekarang belum kembali dilanjutkan.

Sebelumnya, pembangunan proyek landmark itu dua kali terhenti. Akibat mangkraknya proyek yang menyatu dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi atau tepatnya di dekat pintu tol Bekasi Barat itu mengganggu pemandangan.

Awalnya, proyek yang dibiayai pihak swasta yang mulai dikerjakan pada 2015 tapi sempat dihentikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi karena dinilai tidak sesuai dengan site plan. Karena bentuk JPO tidak melengkung seperti yang tertera dalam site plan awal proyek tersebut.

Penghentian proyek itu setelah mendapatkan masukan berbagai pihak. Setelah mendapatkan perubahan proyek dilanjutkan awal 2017.  Tapi tak lama proyek berjalan, pengerjannya kembali dihentikan pembangunannya oleh PT Warna Warni yang  membiayai proyek tersebut.

Akibatnya, proyek JPO yang terkoneksi dengan tiga lokasi yakni Metropolitan Mal, Mega Bekasi City dan showroom mobil itu berhenti total hingga kini.  ”Kami akan bicarakan kembali rencana pembangunan landmark Kota Bekasi yang pembangunannya sempat terhenti,” terang Kabid Penataan pada Dinas Tata Ruang (DTR) Kota Bekasi, Dzikron, Senin (16/7).

Dia membenarkan dua kali penghentian proyek tersebut. ”Memang penghentian awal kami yang minta pengerjaan landmark itu dihentikan sementara tiga tahun lalu atau 2015 karena tidak sesuai desain,” terang Dzikron juga. Namun, kata Dzikron lagi, lalu proyek kembali dilanjutkan awal 2017.

Hingga landmark Kota Bekasi itu mulai terlihat bentuknya berupa tiang-tiang. Tapi pengembangn proyek itu kembali menghentikan pembangunan landmark itu apda akhir 2017 lalu tersebut. ”Saya tidak tahu penyebabnya, karena tiba-tiba pengerjaan proyek terhenti pada akhir 2017 lalu hingga terlihat bentuknya seperti saat ini," paparnya juga.

Djikron mengaku, pihaknya akan memanggil PT Warna Warni yang mendanai proyek untuk mengetahui penyebab dihentikannya pembangunan landmark tersebut.

Tapi, katanya juga, pemda tidak bisa memberi sanksi kepada pengembang yang membangun proyek itu.

"Jadi pemerintah daerah tidak keluar biaya. Karena biaya pembangunan landmark itu dari pihak swasta,” paparnya lagi. Meski begitu, proyek landmark Kota Bekasi yang berbentuk kujang itu dibangun dengan tidak gratis.

Pasalnya, pemda memberikan konsesi reklame di sekitar landmark kepada pihak swasta yang mendanai proyek tersebut. ”Nanti kami panggil PT Warna Warni yang membangun proyek itu. Masih sanggup atau tidak. Kalau mereka tidak sanggup kami akan cari pihak ketiga lain yang mau,” cetusnya.

Seperti diketahui pada 2015 lalu, Pemkot Bekasi mencanangkan pembangunan landmark Kota Bekasi di pusat kota di wilayahnya. Saat itu, untuk mencari desian terbaik untuk landmark tersebut, digelar sayembara. Hingga terpilih desain landmark karya Suria Wiyadi, 29.

”Desain buatan saya menang karena landmark menyatu dengan jembatan penyeberangan orang yang melengkung mirip Kujang. Kujang itu kan senjata khas Jawa Barat dan Kota Bekasi ada di Jawa Barat. Jadi ada filosofinya,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Suria itu juga mengaku sempat dipanggil pemda Kota Bekasi lalu diminta menyesuaikan desain kembali dengan kondisi di lapangan. Lantaran keterbatasan lahan, maka dipertimbangkan desain JPO tidak lagi melengkung seperti bentuk kujang.

”Pak Wali Kota saat itu (Rahmat Effendi, Red) menginginkan agar bentuk jembatan didesain ulang, tapi inti landmark dan fasad (sisi luar bangunan) harus tetap sesuai desain yang lalu karena mengandung filosofi,” terangnya ketika dihubungi, Senin (16/7).

Suria berharap, agar pemerintah daerah bisa melanjutkan pembangunan landmark karena bisa memberikan kebanggan bagi dirinya yang mendesain. ”Saya membuat desain sebaik mungkin dengan harapan landmark nanti menjadi kebanggan warga Kota Bekasi,” tandasnya. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembangunan 

Berita Terkait

Kata GRSI, Pondasi Pembangunan Indonesia Kuat

Fokus

BPK Bilang Tak Ada Proyek Mangkrak

Fokus

KLHK Melantik Kepala Balai Besar KSDA NTT

Nasional

Proyek LRT, Simpang Pancoran Ditutup Malam Ini

Jakarta Raya

Akses Menuju Baduy Rusak Parah

Megapolitan

IKLAN