Jumat, 21 September 2018 08:57 WIB
pmk

Nusantara

Hiii Ada Tiga Pocong Keliaran di Solok, Sumbar

Redaktur:

BIKIN TAKUT-Ketiga Pocong palsu dipajang di pinggir jalan sebagai hukuman untuk memberikan efek jera. Foto: istimewa/jpg

INDOPOS.CO.ID - Aksi tiga pocong palsu meresahkan masyarakat Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, ketiga pocong ini kerap menakuti-nakuti warga sekitar. Atas perbuatannya, tiga pocong itu diamankan warga sekitar. Terungkapnya penyamaran tiga pocong ini saat dilempar batu warga dan meringis kesakitan.

Informasi yang didapatkan Padang Ekspres (Grup INDOPOS), Senin (16/7), pocong tersebut bukanlah makhluk astral atau ghaib. Melainkan tiga warga yang berdandan layaknya pocong, terbungkus kain kafan dan wajah pucat pasi. Namun, aksinya diketahui warga, ketiga pocong tersebut berhasil ditangkap.

Aksi ketiga pocong palsu tersebut memang meresahkan warga, terutama pada dini hari. Mereka beraksi di sekitar Jorong Kotogaek Talang. Untuk diketahui, jalan menuju ke jorong tersebut cukup sepi, dengan semak dan ladang warga di kiri kanan jalan. Dengan kondisi demikian, ketiga orang tersebut leluasa menakut-nakuti warga, terutama pengguna jalan.

Mantan Sekretaris  Camat Gunung Talang Yuspardi Malin mengaku melihat pocong di pinggir jalan. Namun, ia agak curiga, sebab pocong tersebut terlihat begitu nyata. Tak mungkin pocong yang memang pocong menampakkan diri sedemikian jelas. Karena kondisinya sepi, ia tidak berani untuk mendekati pocong tersebut.

Ia pun mencoba memberitahu hal tersebut kepada para pemuda. Saat itu, sejumlah pemuda sedang begadang setelah menonton Final Piala Dunia di kawasan Kotogaek, Nagari Talang. Yuspardi menyampaikan temuan yang sempat membuat anak istrinya takut.

Ditambahkan, tokoh masyarakat Nagari Talang, Rahmat Halilintar, setelah Yuspardi yang menceritakan perihal pocong yang ia lihat di jalan, para pemuda tentu penasaran. Sebab, tidak ada tanda-tanda munculnya makhluk gaib seperti kucing gelisah, atau gonggongan tangisan anjing yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tanda adanya interaksi makhluk ghaib dengan dunia nyata. ”Kita sedang ngumpul dengan pemuda, malam itu. Datang pak Yuspardi dengan wajah cemas dan mengatakan ada pocong di pinggir jalan,” jelasnya.

Dengan rasa penasaran, para pemuda setempat mendatangi lokasi jalan diceritakan Yuspardi. Para pemuda antara takut dan tidak melihat pocong tersebut. Muncul ide untuk melempar pocong tersebut dengan batu. Saat dilempat batu, pocong tersebut meringis kesakitan.

Mendengar keanehan tersebut, membuat warga sadar bahwa itu adalah pocong palsu. Terlanjur geram, kemudian mengejar pocong palsu tersebut. Kejar-kejaran pun terjadi. Salah satu pocong berhasil dijinakkan warga, kemudian menyusul pocong lainnya. Ternyata, ada sebanyak tiga pocong yang beraksi, ketiganya diamankan warga, dan dibawa ke kantor wali nagari Talang.

Untuk memberikan efek jera, para pocong itu diganjar hukuman berdiri di pinggir jalan alias dipajang sampai pagi dan disaksikan masyarakat setempat. ”Mereka akan membuat surat perjanjian untuk tidak akan mengulangi lagi, setelah itu baru kita lepaskan,” tukasnya. (cr26/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pocong #palsu #sumatera-barat #peristiwa 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

31 Tahun Menghilang, Jasad Pendaki Wanita Ditemukan Di Elbrus

Internasional

IKLAN