Jumat, 16 November 2018 08:41 WIB
pmk

Nusantara

Harga Sawit Anjlok, Dirjen Perkebunan Sarankan Replanting

Redaktur: Redjo Prahananda

Dirjen Perkebunan Ir Bambang MM menerima kunjungan Bupati Aceh Barat Ramli MS dan Kepala Dinas Perkebunan Aceh Barat Said Mahjali di Kementerian Pertanian, Jakarta. Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID- Petani kelapa sawit di Aceh Barat, Aceh, mengeluhkan  harga tandan buah segar (TBS)  kelapa sawit di titik terendah,  Rp 500 kg/TBS.

Kondisi ini membuat petani pengelola kebun sawit seluas 20 ribu hektar merugi. Kepala Dinas Perkebunan Aceh Barat memberikan solusi, untuk menekan kerugian, pemerintah harus membangun pabrik kelapa sawit baru.

“Langkah terbaik untuk menyelamatkan produksi kebun sawit rakyat membangun pabrik kelapa sawit baru. Petani sawit rugi, karena hasil tidak sebanding dengan biaya produksi,” ujar Said.

Dia menyampaikan solusi ini setelah bertemu dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang. Bersama Bupati Aceh Barat, Ramli MS telah melaporkan perihal  harga anjlok TBS di daerah itu kepada Dirjen Perkebunan.

Mereka meminta pemerintah membantu mencarikan solusi petani daerah itu. Secara nasional harga standar TBS per kilo antara Rp 1.200-1.500/kg.

Aceh Barat kini memiliki sekitar 60 ribu hektar lahan sawit, di mana 20 ribu  hektar kebun rakyat, dan milik 7 perusahaan. Dengan produksi hampir 1 juta ton pertahun, dua pabrik sekarang ini sudah mustahil menampung kelebihan produksi kelapa sawit.

“Harga menjadi rentan. Sebab, dikendalikan oleh pedagang. Daerah ini membutuhkan dua pabrik lagi agar bisa menampung produksi sawit rakyat,” ujar dia.

Dirjen Perkebunan Bambang berharap Aceh Barat menjalankan replanting (peremajaan) tanaman kelapa sawit sudah tidak produktif.

Aceh Barat mendapat jatah program replanting seluas 1.110 hektar dari areal seluas 185 ribu hektar secara nasional. “Setelah itu akan kita pikirkan untuk mencari investor untuk pabrik kelapa sawit baru,” ujar dia menambahkan. (riz)


TOPIK BERITA TERKAIT: #harga-sawit 

Berita Terkait

IKLAN