Sabtu, 22 September 2018 06:17 WIB
pmk

Jakarta Raya

Jika Dicueki, Barisan Emak-Emak Ancam Demo Jokowi Lagi

Redaktur:

Massa dari Barisan Emak- Emak Militan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/7). Dalam aksinya mereka menyuarakan kenaikan harga dan kesejahteraan rakyak kecil.Foto : Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Setelah melakukan aksi unjuk rasa di kawasan silang Monas, perwakilan massa aksi Barisan Emak-Emak Militan (BEM) Indonesia diterima Kementerian Sekretariat Negara guna menyampaikan aspirasinya.

Sebelumnya sejumlah massa aksi meminta pemerintah menurunkan harga pangan dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Karena kenaikan bahan pokok membuat sebagian masyarakat semakin susah.

Terdapat 10 ibu-ibu dari perwakilan BEM Indonesia yang memasuki kantor Kementerian Sekretariat Negara dengan kawalan dari petugas kepolisian.

"Kita maunya nyata saja apa yang dirasakan, tapi tidak mau mendengarkan alasan mereka. Kita tidak perlu statistik lah, mereka berusaha menerangkan tapi kita tidak mau mendengarkan alasan mereka." ujar Koordinator Lapangan Aksi, Asmailzulfi di kawasan silang Monas, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Rabu (18/7).

Asmailzulfi menjelaskan, bila hasil dari pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil yang diingkan. Maka BEM Indonesia akan melalukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

"Kita nanti akan datang lagi dengan adik-adik mahasiswa, mungkin karena sekrang emak-emak turun mereka prihatin dengan keadaan." jelas Asmailzulfi.

BEM Indonesia yang mewakili kalangan ibu-ibu menilai bahwa pemerintahan Jokowi telah gagal karena telah menaikan harga kebutuhan pokok. "Keluhan emak-emak makin hari harga sembako makin mahal." jelas Sekertaris Jenderal, BEM Indonesia, Sria Asiah timpalnya. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demonstrasi 

Berita Terkait

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Gelar Demo

Ekonomi

Rusia Tolak Kebijakan Pensiun

Internasional

Ribuan Mahasiswa Tuntut Jokowi Diturunkan

Nasional

Desak Bebaskan Dua Wartawan, Warga Rohingya Ikut Demo

Internasional

Pertanyakan Kasus e-KTP, Jari 98 Sambangi Kejagung RI

Nasional

IKLAN