Selasa, 13 November 2018 11:22 WIB
pmk

Nusantara

Landasan Pacu Bandara APT Pranoto Samarinda Bermasalah

Redaktur:

BANYAK MASALAH- Landasan pacu yang belum siap menjadi penyebab Bandara APT Pranoto belum berfungsi optimal. DOK KALTIM POST/jpgjpg

INDOPOS.CO.ID – Tarik ulur rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai berujung. Hari ini (17/7), manajemen Lion Group dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Selain rute, kegiatan penyediaan jasa ground handling Lion Group turut dibicarakan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong. “Mudah-mudahan kalau lancar (pertemuan hari ini), sebentar lagi ATR 72 masuk,” tuturnya kepada Kaltim Post tadi malam (16/7). Diketahui, sejak akhir Mei lalu, maskapai Wings Air di bawah bendera perusahaan Lion Group dijadwalkan beroperasi di Bandara APT Pranoto. Namun, hingga sekarang, rencana tersebut belum terealisasi.

Masalah runway (landasan pacu), slot time (jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat), hingga ground handling adalah penyebab tarik ulur tersebut. Hingga sekarang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengevaluasi pengerjaan konstruksi runway stripe (bahu landasan pacu) yang mengalami penurunan pada titik tertentu. Sehingga runway sepanjang 2.250 meter belum dapat digunakan sepenuhnya.

Selain Lion Group, Salman optimistis maskapai lain akan segera menyusul untuk memberikan pelayanan dari bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru itu. Namun, saat ini masih terkendala kesiapan fasilitas. Terutama dari sisi landasan pacu yang belum sepenuhnya siap untuk didarati pesawat yang lebih besar. ”Sebetulnya runway sudah siap. Tapi, masih ada konsolidasi tanah pada bahu runway sekitar 200 meter. Ini masih dilakukan penimbunan dan secara teknis harus dilakukan pelan-pelan,” kata Salman.

Menurutnya, secara teknis, runway tersebut bisa didarati pesawat Boeing 737 dan sejenisnya paling cepat dua bulan lagi. Sambil menunggu kesiapan landasan pacu, bulan depan juga ada pembahasan soal perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan Bandara APT Pranoto dengan Angkasa Pura I.

Ketika sudah dikelola Angkasa Pura, menurutnya, penerbangan ke luar daerah dipastikan akan berlangsung lancar. Termasuk rencana masuknya sejumlah maskapai penerbangan. Dia juga menyebut, Angkasa Pura pasti punya perhitungan tersendiri agar bandara di Samarinda dan Balikpapan bisa saling bersinergi.

Dia meyakini akan ada dampak terhadap Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Namun, jumlah penumpang Bandara Sepinggan sekarang sudah mencapai 7,4 juta penumpang per tahun. Apalagi, ada kenaikan sekitar 4 persen setelah Lebaran tahun ini. “Dengan adanya kenaikan jumlah penumpang tersebut, kami berharap, beroperasinya Bandara APT Pranoto tak akan menggerus pasar penumpang Bandara Sepinggan,” harapnya. (riz/rsh/rom/k11)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dishub-kaltim 

Berita Terkait

IKLAN