Rabu, 19 September 2018 10:04 WIB
pmk

Indobisnis

Semester I 2018, Laba Bersih BNI Rp 7,44 Triliun

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (keempat dari kiri) bersama Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setyawati (kedua dari kiri) dan jajaran direksi BNI lainnya pada Konferensi Pers tentang Paparan Kinerja BNI Kuartal Kedua Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (18/7).

INDOPOS.CO.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) mencatat pertumbuhan laba bersih  16,0 persen pada semester I tahun 2018. Yakni  dari Rp 6,41 triliun pada Semester I Tahun 2017 menjadi Rp 7,44 triliun pada Semester I Tahun 2018. Kinerja Laba Bersih tersebut ditopang pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) BNI disertai perbaikan kualitas aset.

Selain itu, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5 persen, didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8 persen dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada Semester I tahun 2018 ini.

"Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan bahwa BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi  kredit pada Semester II tahun 2018," jelas Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setyawati pada Konferensi Pers tentang Paparan Kinerja BNI Kuartal Kedua Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (18/7).

Ia menambahkan, pertumbuhan laba bersih BNI yang mencapai 16,0 persen jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan laba bersih di industri perbankan nasional yang per April 2018 mencapai 6,3 persen. Pertumbuhan laba bersih BNI tersebut ditopang oleh NII yang meningkat dari Rp 15,40 triliun pada Semester I Tahun 2017, menjadi Rp 17,45 triliun pada tahun 2018, tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pertumbuhan NII tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit BNI yang tetap terkelola dengan prudent dan optimal. Pendukung pertumbuhan laba bersih BNI lainnya adalah realisasi Pendapatan Non Bunga yang tumbuh 9,1 persen yoy, yaitu dari Rp 4,65 triliun pada Semester I Tahun 2017 menjadi Rp 5,08 triliun pada Semester I tahun 2018.

Pendapatan Non Bunga pada Semester I tahun 2018 didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 8,7 persen yoy dan fee dari bank garansi yang tumbuh 14,3 persen yoy, sedangkan sisanya dari pertumbuhan bisnis Consumer and  Retail, antara lain fee pengelolaan rekening yang tumbuh 8,6 persen yoy, dan fee dari bisnis kartu yang tumbuh 7,1 persen yoy.

"Dengan adanya peningkatan Net Interest Income dan Non Interest Income, perbaikan kualitas aset, serta upaya efisiensi OPEX yang telah dilakukan, BNI mampu menumbuhkan tingkat laba bersih hinge 16,0 persen yoy. Peningkatan profitabilitas ini mendorong perbaikan Return on Equity (ROE) dari 15,6 persen menjadi 16,5 persen," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-bni #laba-bersih-bni #tambok-p-setyawati 

Berita Terkait

Dukung Ekspor, BNI Salurkan Kredit di Hong Kong

Ekonomi

Petani Garam NTT Terima KUR

Nusantara

IKLAN