Rabu, 26 September 2018 06:09 WIB
pmk

Hukum

KPK Dalami Kasus Dugaan Korupsi Bupati Labuanbatu

Redaktur: Redjo Prahananda

Juru bicara KPK, Febri Diansyah

INDOPOS.CO.ID - TIM penyidik KPK masih terus memeriksa Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, 48, bersama ajudan dan 3 rekan dalam dugaan kasus korupsi proyek Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selasa malam (17/7), kemarin, KPK menangkap Pangonal bersama seorang ajudan di Terminal Kebarangkatan Bandara Soekarno Hatta. KPK juga menangkap 3 rekan Pangonal di Labuhanbatu Sumatera Utara. 

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, penangkapan tersebut terkait dugaan pemberian gratifikasi dari 3 pengusaha kepada Pangonal. Mereka langsung menjalani Mapolres Labuhanbatu untuk diamankan sebelum digiring ke Jakarta keesokan harinya. 

"Mereka berasal dari pihak swasta. Sedangkan untuk Bupati Labuhanbatu  dan ajudan, kami amankan di Bandara Soekanrno Hatta saat ini sudah berada di KPK. Status mereka masih menjalani pemeriksaan lanjutan 1x24 jam. Kami bakal gelar perkara sebelum menentukan status hukum kelima orang itu," papar Febri di gedung KPK, Rabu (18/7).

Dalam penangkapan itu, KPK menyita sejumlah barang bukti antara lain bukti transaksi dan penarikan uang senilai ratusan juta rupiah. Menurut Febri, barang bukti itu berupa bukti transaksi penarikan tunai. "Ratusan juta rupiah bukti transaksi kami amankan itu diduga semacam proses pengambilan atau penarikan uang, dan kemudian terjadi transaksi di sana," jelas dia.

Penangkalan terhadap Pangonal dan ajudannya di Bandara Soekarno Hatta  itu berjalan lancar lantaran Pangonal hanya bisa pasrah ketika tim KPK meringkusnya. "Tidak ada perlawanan, prosesnya berjalan baik," kata Febri

"Kami sedang mendalami proyek-proyek yang terkait dengan Dinas PUPR di sana (Labuhanbatu). Sebab kami menduga ada dugaan penerimaan (gratifikasi) terkait proyek di Labuhanbatu. Namun tentu kami identifikasi lebih dalam.”

“Kami sedang mendalami proyek-proyek dengan di Dinas PUPR di sana (Labuhanbatu). Karena, kami menduga ada hadiah atau uang terkait dengan proyek dianggarkan di Dinas PUPR setempat,"(ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #kasus-korupsi-bupati-labuanbatu 

Berita Terkait

IKLAN