Kamis, 20 September 2018 04:42 WIB
pmk

Hukum

Polisi Tetapkan Pemilik Kawasan Industri di Tangerang Tersangka

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menetapkan pemilik kawasan industri dan pergudangan paguyuban 19.

Kawasan tersebut terletak di Kampung Sungai Turi, Desa Laksana, Pakuhaji, dengan status sebagai tersangka dalam dugaan kasus pelanggaran tata ruang. 

"Pemilik kawasan berinisial TS sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini," ujar Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sutarmo pada wartawan di Jakarta, Rabu (18/7).

TS Direktur PT MPL, sebagai mengelola kawasan industri dan pergudangan paguyuban 19. Penetapan tersangka, sambung Sutarmo, setelah polisi menggelar penyelidikan sejak Februari 2018 lalu.

"Dugaan tindak pidana sudah nyata karena berdasarkan  bukti bukti dan dokumen yang sah tanah milik negara kemudian di bangun jalan untuk akses ke kawasan yang dikelola swasta," tegasnya. 

Sutarmo mengatakan, tindakan  membangun jalan dengan tidak ada ijin dari pemerintah dan tidak sesuai dengan tata ruang tersebut pemilik kawasan dianggap telah melanggar pasal 69 dan pasal 71  Undang Undang nomor 26 tahun 2007 tentang tata ruang.

Humas kawasan industri dan pergudangan paguyuban 19, Alex Lim, menolak berkomentar soal kasus hukum kawasan tersebut. "Kami tidak melawan hukum,  kami cuma mempersoalkan penutupan jalan mendadak dan tanpa sosialisasi," ujar Lim kepada wartawan.

Polda Metro Jaya bersama Polsek Pakuhaji dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten melakukan penutupan jalan masuk ke kawasan industri 19 di Kampung Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Rabu (18/7).

Penutupan jalan sepanjang 200 meter ini mengenak proses penyidikan dugaan pelanggaran tata ruang dan sepadan sungai oleh pemilik kawasan industri itu. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelanggaran-tata-ruang 

Berita Terkait

IKLAN