Minggu, 23 September 2018 09:31 WIB
pmk

Fashion

Keren, JMFW Diramaikan Desainer dari 21 Negara

Redaktur:

SANTUN-Sejumlah model memperagakan rancangan terbaru para desainer yang akan ambil bagian dalam gelaran Jakarta Modest Fashion Week 26-29 Juli mendatang di Mal Gandaria City. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sukses menggelar acara di Istanbul, London, dan Dubai, kini Modest Fashion Week tiba di Asia. Kini giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah gelaran Jakarta Modest Fashion Week (JMFW).

Gelaran modest fashion berskala internasional pertama itu bakal digelar 26-29 Juli mendatang di

Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Pemilik brand Modest Fashion Week, Think Fashion bersama dengan Markamarie Creative sebagai local partner bahu membahu mewujudkan pagelaran internasional modest fashion yang pertama di indonesia.

''Ada 18 desainer mancanegara dari Rusia, Kanada, Australia, Jepang, Turki, Jordan, Oman, Kirgistan, Singapura, Malaysia, Austria, dan Uni Emirat Arab, serta 27 desainer Indonesia telah bergabung untuk menampilkan ragam koleksinya. Ada juga 40 fashion brand booth yang siap meramaikan,'' ujar Founder Modest Fashion Weeks Global Franka Soeria dalam jumpa pers JMFW di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/7).

Franka mengungkapkan, minat masyarakat terhadap modest fashion terus meningkat. ''Jadi modest wear itu bukan hanya diminati mereka yang berhijab saja, tapi juga dari agama lain. Bukan hanya untuk muslimah saja, melainkan juga orang yang menyukai gaya berpakaian santun dan tertutup,” urainya.

Founder Markamarie Creative Ismail Semin menambahkan, dengan ikut sertanya Indonesia dalam naungan Modest Fashion Week (MFW) diharapkan bisa mengangkat nama desainer lokal ke pasar modest fashion dunia. ''Kami berharap, JMFW ini bisa diterima masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap desainer lokal,” ajaknya.

Sementara itu, Head of Marketing Communication PT Metropolitan Retailment Scesilia Febiana dirinya yakin gelaran ini akan sukses besar. ”Karya desainer modest fashion Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Saya yakin, desainer Indonesia dengan gaun-gaun rancangannya bisa bersain dengan desainer mancanegara yang terlibat dalam JMFW ini,” yakinnya.

Franka kemudian menambahkan, perkembangan modest fashion di Indonesia sangat pesat. ''Inilah saatnya menunjukkan kepada dunia dan membukakan gerbang bagi pecinta fashion internasional untuk melihat keunggulan fashion negara kita,'' tukasnya. 

Sedangkan Co-founder Think Fashion Ozlem Sabin mengakui, Indonesia memiliki desainer berbakat yang sangat potensial. ''Kami ingin menjadi gerbang yang membuka mata dunia akan kemajuan fashion Indonesia dan juga potensinya untuk perdagangan berskala internasional. Kami berupaya menghadirkan kesempatan desainer lokal untuk maju dari berbagai sisi, terutama industri kreatif yang memberikan kontribusi terhadap kemajuan suatu bangsa,” bebernya.

Sebagai event internasional, JMFW turut memberikan perhatian bagi komunitas penyandang disabilitas melalui konten Dream & Design for Disabillties supported by Indonesia 2018 Asian Para Games X JMFW. Project Dream & Design for Disabilities melibatkan komunitas bisu-tuli dan penyandang disabilitas lain dari Indonesia-Turki dan Jerman. Mereka dilibatkan dalam proses penciptaan busana untuk kemudian ditampilkan di runway dan ditawarkan untuk sepenuhnya didonasikan untuk aksi sosial.

''Think Fashion dan Markamarie akan melahirkan brand khusus untuk membuat project ini menjadi proyek jangka panjang,'' tukasnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #fashion #jmfw 

Berita Terkait

Atmosfer Baru untuk Sneakershead

Fashion

WICSF 2018 Padukan Kuliner dan Fashion

Fashion

Fall Winter 2018 yang Customizes

Fashion

IKLAN