Jumat, 21 September 2018 11:23 WIB
pmk

Tekno

Teknologi Pemindaian 3D Makin Diminati, Faro 3D User Conference Asia Fasific

Redaktur:

3D SCANNER-Faro Technologies Inc bersama PT Datascrip baru menggelar Faro 3D User Conference Asia Pasific di Jakarta. DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Perusahaan teknologi 3D untuk pengukuran dan pemindaian, Faro Technologies Inc., bersama PT Datascrip sukses menggelar Faro 3D User Conference Asia Pasific di Jakarta. Ajang itu membahas tren dan perkembangan teknologi produk pemindaian terestrial 3D, permasalahan, solusi, pemaparan dpara ahli, praktisi tentang informasi terbaru, pengalaman, dan penerapan teknologi 3D laser scanner di berbagai bidang.

Division Director PT Datascrip, Mary T Oetomo menjelaskan, saat ini, pemerintah tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur diberbagai daerah. Itu dilakukan sebagai salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Perencanaan pembangunan secara berkesinambungan membutuhkan dokumentasi area, bangunan atau struktur dalam wujud 3 dimensi (3D). ”Dokumentasi dengan menggunakan pemindai laser 3D sangat dibutuhkan, khususnya ketika melakukan survei secara detail, bahkan untuk struktur bangunan paling kompleks sekalipun,” tutur Mary, di Jakarta, Rabu (18/7).

Teknologi pemindaian terestrial 3D berkembang membuat dokumentasi ruang atau area jadi lebih efisien, efektif, akurat, dan presisi. Selain efisien, teknologi 3D laser scanning memiliki data informasi lebih sehingga analisa dan aplikasi sangat luas. ”Kami ingi memberi gambaran khususnya mengenai teknologi survei serta konstruksi di masa mendatang. Data 3D dapat diterapkan di berbagai bidang seperti pemindaian volumetrik, bencana, aplikasi asuransi dan juga bangunan bersejarah. Teknologi pemindaian terestrial 3D tidak hanya untuk mengukur data, namun untuk menganalisa data dan pengembangan yang lebih baik,” imbuhnya.

Berdasar data dari ARC Market Analysis menyebut pasar pemindaian 3D diperkirakan akan mencapai USD 2,3 miliar setara Rp 33 triliun pada 2021 mendatang. Itu dengan Building Information Modelling (BIM) di industri konstruksi menjadi kontributor utama.

Proyek konstruksi masa depan perlu perencanaan lebih baik dan persiapan yang komprehensif untuk menghemat biaya dan juga untuk menjaga kualitas proyek. Faro menunjukkan komitmen dalam pengembangan dan penerapan data 3D dengan mengadakan konferensi akbar. Maklum, kebutuhan teknologi pemindai laser 3D di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan pembangunan di berbagai daerah. ”Ajang itu tentu menjadi arena berbagi informasi dan pengalaman. Menjadi media dan platform solusi pengembangan penggunaan data 3D untuk masa mendatang,” tambah Division Manager Survey & 3D Equipment PT Datascrip, Gatot P Laksono. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #faro-technologies 

Berita Terkait

IKLAN