Jumat, 21 September 2018 05:37 WIB
pmk

Indobisnis

Telkomsel Rambah Segmen Edukasi Digital Pemuda Indonesia Timur

Redaktur:

Founder dan President Director Binar Academy Alamanda Shantika memberi keteranga pada wartawan di gedung Telkomsel.

INDOPOS.CO.ID - Berdasarkan data distribusi kepesertaan The NextDev, dari 4.091 early stage startup di Indonesia yang terdaftar, hanya 9,93% berasal dari Indonesia Timur. Sebagian besar dari kawasan Indonesia Barat. Total jumlah startup di Jawa dan Sumatera yang mendaftar masing-masing mencapai 69,4% dan 16,7%.

Sedangkan, jumlah pendaftaran di daerah Indonesia Timur didominasi Sulawesi dengan angka 7,5%. Jika ditotal dengan Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, yang masing-masing hanya berkontribusi sebesar 0,1%, 0,2%, dan 2,4%, jumlah pendaftar dari Indonesia Timur tidak mencapai angka 10%.

General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel Tubagus Husniyullah mengatakan, berangkat dari hal itu, tahun ke-4 pelaksanaannya ini Telkomsel The NextDev akan melengkapi generasi muda Indonesia Timur dengan kemampuan-kemampuan yang relevan untuk berkreasi menciptakan produk digital yang tepat guna melalui program The NextDev on The Mission 2018.

“Selama ini kami melihat bahwa kepesertaan anak muda dari Indonesia Timur pada ajang The NextDev masih sangat minim, yang bisa dilihat sebagai adanya kebutuhan peminatan dan pengembangan kapabilitas digital di sana,” ungkap Tubagus pada wartawan di gedung Smart Office Telkomsel, kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).

Karena itu, lanjut Tubagus, tahun ini Telkomsel The NextDev menjalin kerja sama dengan Binar Academy dengan menggelar The NextDev on The Mission 2018, sebagai sebuah program turunan yang akan merambah segmen edukasi digital bagi pemuda-pemudi lokal di Indonesia Timur.

Founder dan President Director Binar Academy Alamanda Shantika menyambut baik kesempatan untuk berkolaborasi dengan Telkomsel dalam penyelenggaraan The NextDev tahun ini. Binar Academy sedari awal hadir di tengah industri digital untuk menghadirkan solusi atas masalah ketidakseimbangan ini.

Binar Academi, lanjut Manda, berharap setiap buka cabang akan menemui tenaga programer setempat. Daerah luar Jawa, pemuda-pemudinya masih kenal media sosial yang berkaitan digital. “Jadi kerja sama dengan Telkomsel ini memudahkan kami dalam menemukan programer, terutama daerah Kupang maupun Ambon,” imbuhnya.

Diakuinya, dari pola pikir pemuda-pemudi di luar Jawa masih lokal sentris. Artinya, kalau menemukan aplikasi buat pemuda-pemuda Jawa bisa dibawa ke mana pun, tapi kalau aplikasi orang Kupang misalnya, maka hanya bisa dibuat daerah sana saja. “Harapnnya, program ini bisa merubah pola pikir anak-anak di luar Jawa itu dalam mendevelopment bentuk responsibility digital,” imbuhnya.

Diakui Tubagus, sebenarnya program The NextDev Telkomsel ini merupakan program CSR nya Telkomsel. “Nah kenapa CSR bisa nyasar, seperti ke NextDev ini? Ini karena transformasi digital Telkomsel. Di mana perjalanan CSR Telkomsel itu dinamik karena mempelajari sesuatu itu dengan melihat peluang mengangkat harkat masyarakat,” jawabnya.

“Masyarakat sangat cepat berubah. Contohnya perkembangan startup ini mewarnai perkembangan itu. Jadi dibutuhkan satu media dengan konsep sangat Merah Putih untuk menjembtani seluruh anak muda di mana pun. Kita hadir dengan ekosistem digital yang tentu tidak bisa sendiri, maka Telkomsel jadi lokomotif gerakan eksosistem digital dalam bentuk startup. Jadi NextDev ini suatu sistem,” tutupnya. (ers)


TOPIK BERITA TERKAIT: #telkomsel #the-nextdev 

Berita Terkait

IKLAN