Senin, 24 September 2018 07:14 WIB
pmk

Megapolitan

Malas Beli Buku Baru jadi Alasan Minat Baca Guru Rendah di Kota Tangerang

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang menyebut minat baca guru dikota ini rendah. Penyebabnya, para pendidik ini malas membeli buku bacaan baru setelah lulus kuliah. Akibatnya, hal ini berpengaruh pada kualitas mengajar ke siswa yang dilakukan oleh 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'.

Kadisdik Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, munculnya persoalan tersebut terungkap setelah pihaknya melakukan evaluasi kompetensi guru melalui karya ilmiah. Dimana, ratusan guru sekolah negeri dan swasta itu tak mampu membuat karya ilmiah. Padahal, karya ilmiah ini diperlukan untuk membuat para guru mampu memberikan pelajaran kepada peserta didik.

"Benar minat baca guru di kota ini rendah sekali. Omong kosong kalau guru dapat mengajar tanpa membaca, dengan membaca merek dapat memberikan pelajar yang mudah diterima siswa," katanya saat dikonfirmasi wartawan dan INDOPOS, Kamis (19/7).

Menurutnya, rendahnya minat baca guru rendah dapat membuat peningkatan kualitas pendidik tak mencapai hasil memuaskan. Dimana, referensi ilmu pelajaran dengan metode mengajar ke siswa tak dapat dilaksanakan.

"Pengetahuan mereka stagnan karena tak punya ilmu baru. Nah murid mereka pun tak bisa bersaing dengan pelajar dari daerah lain. Harusnya guru punya metode mengajar," ujar Surahman.

Tak sampai disana, Surahman menyatakan, mutu pendidikan yang diharapkan meningkat di 2018 ini belum dapat terealisasi. Sehingga, sejumlah trobosan seperti melakukan workshop membaca terus digulirkan pihaknya. Akan tetapi hal itu pun belum dapat dilaksanakan oleh semua guru di Kota Tangerang.

"Harapan kami para guru mau meningkatkan minat baca agar kualitas pendidikan meningkat. Toh ini akan membuat daya saing pelajar mengukir prestasi," jelasnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemkot-tangerang #minat-baca-guru #abduh-surahman 

Berita Terkait

IKLAN