Senin, 19 November 2018 04:41 WIB
pmk

Banten Raya

7 WNA Digulung Ombak Pantai Bansel

Redaktur: Ali Rahman

Evakuasi korban kapal tenggelam di Binuangeun, Lebak, Banten

INDOPOS.CO.ID - Cuaca buruk yang berlangsung hingga sekarang menyebabkan dua Kapal Motor (KM) dan tiga  perahu kincang/katir dihantam ombak perairan laut Muara Dua Desa Cikiruh, Wetan Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Satu KM dan tiga perahu kincang dengan dua belas awak karam, Kamis (19/7) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Selang beberapa jam kemudian dihari yang sama tepatnya pukul 16.10, KM Orange dengan 24 awak  tujuh diantaranya Warga Negara Asing (WNA) dari Amerika dan Thailand karam dihantam ombak.

Kepala Pos Pol Air Binuangeun, Bripka Andri Hutajulu mengatakan, dua kejadian Kecelakaan Laut terjadi diperairan laut Muara Dua Desa Cikiruh Weta Kecamatan Cikeusik,Kabupaten Pandeglang.

Kejadian pertama menimpa dua belas orang nelayan warga Kampung Binuangeun, Desa Muara Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak. Bermula ketika perahu KM Barokah hendak masuk ke muara Binuangeun setalah melaut, karena cuaca buruk dan ombak besar tidak bisa melakukan olah gerak sehingga perahu tersebut terbalik berserta ke enam awaknya.

Melihat kejadian tersebut spontan enam orang rekan nelayan mencoba menolong dengan menggunakan perahu kincang/katir, dikarenakan cuaca buruk dan ombak yang besar kapal kincang/katir ikut terbalik.

“Pada kejadian ini dua orang nelayan diketahui bernama, Andi dan Rudi warga Kampung Binuangeun Desa Muara Kecamatan Wanasalam hilang. Kita akan terus lakukan pencarian. Saat ini di TKP tim Basarnas masih melakukan pencarian,”ujarnya.

Saat melakukan pencarian, lanjut, Andri, kejadian yang sama kembali terjadi, KM Orange yang  membawa rombongan Pusat Studi Satwa Primata IPB Bogor Jawa Barat yang hendak masuk muara binungeun terkena ombak dari buritan kapal dan masuk air ke dalam kamar mesin sehingga hidrolik kapal rusak dan sulit untuk olah gerak yang mengakibatkan kapal terbalik dan semua penumpang dan kru kapal berhamburan ke laut seluruh penumpang berusaha berenang ke tepian anggota MUP Binuangeun dibantu masyarakat membantu menarik korban ke tepian dan membawa ke puskesmas Binuangeun untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pada kejadian ini 22 awak tujuh diantaranya WNA dari USA dan Thailand berhasil diselamatkan. Dua orang  diantaranya juru masak, Atiah (50) perempuan warga Kampung Jati RT 19 RW05 Kecamatan Wanasalam dan Emah (55) dengan alamat yang sama meninggal dunia,” katanya.

Dijelaskan, Andri, WNA yang menjadi korban sebanyak tujuh orang, enam diantaranya WNA asal USA bernama Madeline Monic (21), Vanseska samanta (22), Lily preya umur (21), Mathew Stuart (47), Randall c kyes (59), Kimberly (50) dan WNA asal Thailad bernama, Pensi Kyes.. (yas)

Evakuasi korban kapal tenggelam di Binuangeun, Lebak, Banten


TOPIK BERITA TERKAIT: #pantai-bansel #pos-pol-air-binuangeun #bripka-andri-hutajulu #kapal-terbalik #kecelakaan 

Berita Terkait

Tiga Mobil Terlibat Tabrakan Karambol

Megapolitan

Licin, Truk Sembako Terguling

Megapolitan

Tongkang Hantam Rumah

Nusantara

Faktor Human Error Penyebab Kecelakaan Transjakarta

Jakarta Raya

Kecelakaan Bus di Kenya, 40 Tewas

Internasional

IKLAN