Jumat, 16 November 2018 07:37 WIB
pmk

Megapolitan

Pemkot Tangerang Benarkan Pinjaman Modal jadi Kendala dalam Mengembangkan UKM

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang disebut belum berperan maksimal mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Alasannya, sampai saat ini pinjaman modal dan pencarian pasar penjualan belum ada sama sekali diberikan. Akibatnya, pelebaran sektor usaha dalam menyerap tenaga kerja tak dapat dilaksanakan.

Salah satu pelaku UMKM asal Kecamatan Batu Ceper, Yenny Arlinda mengaku, sejak 2014 hingga saat ini instansi Pemkot Tangerang belum dapat membantu para pelaku usaha mengembangkan bisnis rumahan. Baik itu pemberian pinjaman modal lunak dan pasar baru untuk menjual produk kerajinan. Sehingga pengembangan UMKM mereka tak dapat dikerjakan.

“Inilah realita yang terjadi bagi pelaku UMKM di sini. Belum ada bantuan sama sekali dari dinas itu. Kami heran sekali kok instansinya tidak begerak sama sekali,” katanya kepada wartawan dan INDOPOS saat ditemui ditempat usahanya di Kecamatan Batu Ceper, Kamis (19/7).

Menurutnya, selama ini ratusan pelaku UMKM di kota tersebut membutuhkan bantuan Dinas Koperasi dan UKM. Mengingat modal yang dimiliki pelaku UMKM sangat kecil. Sementara untuk mengembangkan usaha mereka membutuhkan modal yang sangat besar.

“Sudah pasti usaha kami ini jalan ditempat. Mungkin kalau ada dana besar tidak akan terjadi seperi sekarang ini. Saat ini terseok-seok agar dapat mapan, karena kalah modal,” ujar Yenny.

Selain tak punya modal, lanjut Yenny, Dinas Koperasi dan UKM juga belum mampu mencari pangsa pasar baru bagi pelaku UKM dalam menjual produk yang dihasilkan. Bahkan, untuk menyelesaikan permasalahan itu pelaku usaha rumahan ini melakukan cara sendiri dalam mengembangkan bisnis mereka agar tak gulung tikar. Kerja sama dengan UMKM di sejumlah daerah pun ditempuh mereka agar tetap eksis.

“Jika menunggu pemkot yang ada kami bangkrut. Jadi memang UKM di kota ini dipaksa mandiri tanpa bantuan pemerintah daerah. Tapi kalau sudah berkembang pesat baru nanti diakui itu binaan pemkot dan diajak kerja sama,” paparnya.

Sementara, Kasi Promosi dan Kemitraan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang, Aceu Ciptaningsih membenarkan, jika faktor modal dan pasar menjadi kendala terbesar pihaknga dalam mengembangkan UKM. Mengingat pihaknya pun tak memiliki anggaran dalam memberikan bantuan pinjaman lunak. Padahal, kata dia, keinginan untuk mengembangkan home industri oleh Pemkot sangat besar.

“Benar sandungan ini yang buat semua tak berjalan dengan baik. Tau sendirilah modal di kami ini minim, sedangkan yang diajukan nilainya sangat besar. Makanya kami masih cari solusi menangani masalah seperti ini,” tuturnya.

Ditanya soal apa solusi yang diberikan Pemkot, Ciptaningsih memaparkan, pihaknya memberika pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Dan juga mengandeng perbankan dalam memberikan pinjaman modal lunak. Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang pun mengandeng praktisi UKM dan Kementerian Koperasi untuk memberikan solusi dalam mengembangkan home industri.

“Kegiatan ini memfasilitasi kemitraan bagi UKM supaya UKM lebih maju dari sisi produk, permodalan, dan pemasaran. Mudah-mudahan mereka lebih maju, supaya mereka lebih sejahtera,” imbuhnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dinas-koperasi-dan-ukm-kota-tangerang #aceu-ciptaningsih 

Berita Terkait

IKLAN