Sabtu, 17 November 2018 02:36 WIB
pmk

Megapolitan

Barbuk Firts Travel Raib, Kajari Depok: Sebelum Incrah Sudah Dipinjam Pakai ke Vendor

Redaktur: Ali Rahman

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok angkat bicara terkait hilangnya sejumlah mobil mewah yang menjadi barang bukti perkara kasus penipuan dana umrah First Travel. Salah satunya, barang bukti tersebut dipinjam pakaikan ke salah satu vendor rekanan travel Firt Travel.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari menegaskan, pinjam pakai itu diberikan kepada salah satu vendor saat tahap dua atau P21 perkara tersebut dari Mabes Polri ke Kejari Depok. Adapun Alasan pinjam pakai ini diberikan karena barang bukti itu disita dari korban dan bukan dari tiga terdakwa. Apalagi, aturan pinjam pakai itu diatur dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP).

“Vendor ini punya hak atas kendaraan mewah ini. Tidak hilang seperti yang disebarkan. Pinjam pakainya kami berikan saat tahap dua atau belum masuk sidang,” katanya di Gedung Kejari Depok, Kamis (19/7).

Selain itu juga, sambung Sufari, pemberian pinjam pakai mobil mewah ini ke vendor tersebut karena dalam amar putusan persidangan di PN Depok barang bukti tersebut tidak disita untuk negara. Sehingga, pertimbangan pinjam pakai itu pun diberikan secara sah tanpa melanggar aturan. 

“Kami tidak boleh menghapus fakta ini. Barbuk ini bukan disita dari tiga terdakwa, jadi bisa dipinjam pakai ke pemilik sahnya langsung. Ini yang harus dipahami, sebab alas hak yang ditunjukan vendor ada,” ungkapnya.

Ditanya soal barang bukti yang dipinjam pakai itu belum inkrah di PN Depok, Sufari membenarkan tersebut. Akan tetapi, menurutnya tidak ada pelanggaran pinjam pakai yang mereka berikan ke vendor tersebut. Sebab, upaya hukum banding terkait perkara tersebut masih diupayakan pihaknya ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

“Kan belum inkrah dan masih melakuka  upaya hukum. Alas haknya ada kok, kenapa harus dipermasalahkan. Kami jamin mobil ini tidak akan hilang, karena sifatnya pinjam pakai,” paparnya.

Terkait pelanggaran pinjam pakai barbuk Firts Travel sebelum adanya putusan tetap PN Depok, Sufari tak mau mengomentari hal tersebut. Kata dia, pihaknya siap menjawab pinjam pakai kendaraan itu ke para korban Firts Travel yang datang.

“Intinya sama salah satu vendor, kami tidak mau menyebutkan namanya. Mobil ini sudah diperbaiki pemiliknya sebelum pinjam pakai yang diajukan,” imbuhnya.

Sementara informasi yang di dapatkan INDOPOS, sembilan kendaraan mewah yang menjadi barang bukti ini telah dipinjam pakai oleh pemilik Vendor Kanomas Arci Wisata bernama Umar. Adapun alamat rekanan Firts Travel ini terletak di Jalan Cikini 2 Nomor 1A Jakarta Pusat. Kendaraan itu merupakan jaminan Firts Travel ke vendor tersebut sebagai piutang tiket umrah para jamaah. 

Namun begitu pembelian kendaraan mewah tersebut didapatkan Andika Surachman dari hasil penjaringan dana para jamaah yang distorkan untuk berangkat umroh menggunakan jasa First Travel.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri (PN) Depok Teguh Arifiano menuturkan, keluarnya barang bukti di Kejari Depok telah menyalahi prosedur yang ditetapkan. Mengingat dalam aturan hukum yang sah baran bukti dapat dikembalikan setelah adanya kekuatan hukum yang tetap atas perkara yang disidangkan di PN.

"Barang bukti perkara yang belum berkekuatan tetap (inkrach) tidak diperbolehkan untuk dikeluarkan walau sifatnya pinjam pakai. Karena dalam putusan majelis hakim PN Depok barang bukti tersebut disita untuk negara,” tuturnya.

Ditambahkan Teguh, kendati dalam perkara kasus ini pihak Kejagung sebagai eksekutor putusan, namun harus ada aturan prosedur yang harus dijalani untuk melaksanakan eksekusi putusan pengadilan. Dirinya pun telah menyerahkan sepenuhnya penanganan itu ke Kejari Depok.

"Semua harus ada aturan yang dijalani dan pihak kejaksaan harus menunggu status perkara First Travel berkekuatan hukum tetap terlebih dahulu. Kalau hilang ya silahkan tanya ke Kejari Depok saja," pungkasnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bos-first-travel #kejari-depok #sufari #pn-depok #teguh-arifiano 

Berita Terkait

IKLAN