Senin, 19 November 2018 06:48 WIB
pmk

Tekno

Bangun Kepemimpinan di Era Blockchain

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID -  Blockchain berasal dari cryptocurrency, sehingga perkembangannya mendapatkan banyak sekali suntikan dana semenjak awal, tanpa harus meminta dari perusahaan atau bank.

Oleh karenanya, muncul anggapan bahwa Blockchain tidak membutuhkan perusahaan tradisional. Filsafat inti dari pembangunan Blockchain adalah kemandirian dari mekanisme keuangan tradisional. Polah pikir tersebut masih jadi titik umum untuk sebagian dari komunitas.

Pandu Sastrowardoyo sebagai seorang konsultan teknologi blokchain menjelaskan “ada semacam krisis kepemimpinan didalam komunitas blockchain. Dari komunitas blockchain krisis kepemimpinan muncul akibat kurangnya leadership yang profesional dalam merangkul perusahaan-perusahaan.”

“Ada sebuah kasus dimana perusahaan-perusahaan masuk dalam diskusi komunitas blockchain, namun yang timbul justru intimidasi atau pem-bully-an (bullying),” tambah Pandu dalam jumpa pers. Rabu (18/7)

Teknologi Blockchain tidak diciptakan dari riset terstruktur di universitas atau dunia akademis, melainkan muncul dan berkembang dari eksperimentasi matematika yang didorong oleh komunitas. Sehingga, Kebanyakan type Blockchain tidak terikat ke struktur akademis tradisional sama sekali. Masalahnya, dengan trend teknologi Blockchain yang muncul dua tahun terakhir ini, ekosistem Blockchain mulai berinteraksi dengan Enterprise IT, Pemain Sektor Riil, dan Pemerintah.

Kecenderungan di komunitas Blockchain asli untuk tidak mengintegrasikan solusi Blockchain dengan produk IT Enterprise tradisional. Pemain sektor riil merasa sulit untuk memasuki komunitas Blockchain. Ini berhubungan dengan: Komunitas Blockchain masa kini sangat terpengaruhi budaya start-up yang mengedepankan aspek kelincahan dan reaktivitas dalam implementasi teknologi, melainkan cara pengelolaan dan komunikasi formal yang dibutuhkan oleh sektor Riil dan perusahaan tradisional.

Lantas, titik kesimbangan diantara aspek finansial, hukum dan teknologi belum ditemukan oleh komunitas tersebut, sebab perkembangannya sangat organik. Maka beberapa kelompok dari komunitas Blockchain bakal dianggap tidak dikelolah dengan baik. Upaya pemerintah untuk menerapkan Blockchain, meskipun didukung oleh landasan konseptual yang kuat dalam banyak kasus, gagal mengakses cream of the crop dalam hal keterampilan konsultasi & implementasi.

Para pemimpin komunitas Blockchain perlu mengembangkan komunitas mereka ke dalam kantong yang ramah-industri, di mana profesionalisme diperkuat, intimidasi intelektual tidak ditoleransi, dan memiliki semangat integrasi dengan teknologi dan model Enterprise.

Pemain sektor riil perlu menunjuk kepemimpinan Blockchain dalam organisasi mereka, atau memungkinkan tim kepemimpinan mereka untuk memahami nilai bisnis yang dibuat Blockchain, untuk membuat keputusan konseptual yang lebih baik dalam evolusi organisasi mereka berikutnya. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertanian 

Berita Terkait

CPOPC Punya Strategi Khusus Hadapi Pasar Global

Indobisnis

Inovasi Teknologi, Solusi bagi Pertanian

Nasional

Riset Pertanian Tinggi, Inovasi Masih Minim

Headline

Biaya Melonjak, Mekanisasi Perkebunan Tebu Mendesak

Nasional

IKLAN