Kamis, 20 September 2018 01:58 WIB
pmk

Hukum

Dirut PLN Jalani Pemeriksaan di KPK

Redaktur:

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (20/7). Sofyan Basir akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekira pukul 09.52 WIB, Jumat (20/7). Sofyan dipanggil KPK untuk menjadi saksi atas kasus suap pembangunan PLTU Riau-1. “Diperiksa sebagai saksi ya,” kata Sofyan mengingatkan wartawan yang mengerubutinya.

Saat ditanyai perihal peran PLN dalam penunjukan langsung perusahaan Blackgold Natural Resource Limited dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1, Sofyan membantah tudingan tersebut. “Enggak ada (penunjukan langsung, red),” ujar Sofyan sambil berlalu masuk gedung KPK.

Sebelumnya, Senin (16/7), saat jumpa pers di gedung pusat PLN Sofyan berjanji akan kooperatif. Dia juga memberhentikan sementara proyek PLTU Riau-1 yang bermasalah.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan Johannes B Kotjo sebagai tersangka. Eni berperan sebagai penerima suap dan Johannes berperan sebagai pemberi suap.

Eni menerima sejumlah uang dari Johannes, total keseluruhan uang terus sekitar Rp 4,8 miliar yang diberikan secara bertahap. Desember 2017 dan Maret 2018 masing masing Rp 2 miliar, Juni 2018 dan Juli 2018 masing-masing Rp 300 Juta dan 500 Juta. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dirut-pln #korupsi-pembangunan-pltu-riau-1 #eni-maulani-saragih #johannes-budisutrisno-kotjo #sofyan-basir 

Berita Terkait

IKLAN