Jumat, 21 September 2018 08:56 WIB
pmk

Internasional

Hampir Jatuh ke Jurang, Perempuan Bertahan Hidup di Pantai Terpencil

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Seorang perempuan yang selamat dari mobil setinggi 250 kaki terjun dari tebing dan seminggu terdampar di pantai terpencil di Kalifornia. Seperti dilansir Bangkok Post pada Rabu, (18/7), perempuan yang bertahan hidup di pulau terpencil itu bernama Angela Hernandez.

Hernandez, 23 tahun, bahkan tak menyadari berapa lama ia bertahan di situ. Ia ditemukan oleh Chelsea Moore dan suaminya yang memang hobi berjalan-jalan ke pantai yang belum pernah mereka kunjungi.

"Kami sangat menyukai pantai itu dan kami sangat senang saat itu melihat dia masih hidup," kata Chelsea Moore

Sebelumnya, Hernandez telah mengendarai mobil ke rumah saudara perempuannya di Lancaster, dekat Los Angeles, pada 6 Juli ketika seekor hewan menyeberang di depan mobilnya, membuat dia membelokkan kendaraannya mendadak dan kehilangan kendali atas mobilnya.

"Satu-satunya hal yang benar-benar saya ingat setelah itu adalah bangun," tulis Hernandez di akun Facebooknya menceritakan kisahnya.

"Saya masih berada di mobil saya dan saya dapat merasakan air naik di atas lutut saya. Kepala saya sakit dan ketika saya menyentuhnya, saya menemukan darah di tangan saya," paparnya.

Hernandez mengatakan, agar tak ikut jatuh ke jurang, dia memecahkan jendela mobilnya, melompat ke laut dan berenang ke darat. Dia tertidur di pantai dan menyadari apa yang terjadi setelah dia bangun.

Moore dan suaminya Chad dari Morro Bay berkemah di atas tebing samudra di daerah Big Sur di Monterey County ketika mereka memutuskan untuk memanjat tebing ke pantai terpencil untuk menemukan tempat berselancar dan memancing yang baik. "Kami pecinta pantai. Kami senang dengan kaca laut dan cangkang abalone," kata Moore.

Saat mereka berjalan-jalan mereka menemukan mobil Jeep yang berkarat dan rusak. Tidak ada orang di dalamnya. Pasangan itu mengambil pelat untuk menunjukkan kepada pihak berwenang.

Mereka juga melihat barang-barang berserakan di sekitar yang juga mereka kumpulkan, di antaranya, poster untuk Rock and Roll Hall of Fame di Ohio. "Di kepala saya, saya pikir mungkin seseorang telah meninggal dan kami akan memberikan barang-barang ini kepada keluarga terdekat," katanya.

"Kami berdua sepakat bahwa tidak ada yang selamat. Tetapi untuk berjaga-jaga, mereka berjalan lebih jauh di sepanjang pantai, mereka melihat Hernandez. Dia benar-benar bahagia dan dia tidak yakin kami nyata,” kata Moore.

 

“Dia mengatakan kepada kami bahwa kami adalah orang pertama yang dia lihat dalam beberapa hari tetapi dia tidak tahu berapa hari tepatnya. Kami mengatakan kepadanya bahwa kami akan membantunya dan membawanya pergi dari pantai itu,” ujarnya.

Dua mata Hernandez telah menghitam, ada sumbatan pembuluh darah di matanya. "Pakaiannya compang-camping. Kaus kakinya habis-habisan dan dia tidak berbaju," kata Moore.

Dia sangat basah. Saat air pasang tidak ada pantai. Dia mengatakan, kadang-kadang dia tidur dan dia bangun di malam hari dengan ombak menyentuh badannya.

"Saya menemukan tempat tinggi yang dapat saya naiki dan menemukan diri saya di sana hampir setiap hari," tulis Hernandez.

Menurutnya, dia dapat melihat mobil-mobil melaju melintasi tebing dan merasa seolah-olah saya bisa berteriak cukup keras, yang bisa didengar orang atau melihatnya. Hanya itu yang dibutuhkan untuk mengembalikannya pada keluarganya.

Menurut Hernandez, ia melakukan ritual harian berjalan di pantai untuk mencari tanah tinggi baru. Berteriak minta tolong, dan mengumpulkan air segar.

Semuanya berubah pada hari Jumat, ketika Hernandez bangun dan melihat seorang perempuan berjalan melintasi pantai. "Saya pikir itu adalah mimpi," tulis Hernandez.

"Kami memberi dia makanan, dan dia memilih selai kacang granola. Kami membungkusnya dengan selimut, mencoba membuatnya nyaman dan berbicara," ujar Moore.

Beberapa jam kemudian, regu penyelamat berhasil membawa Hernandez kembali dan membawanya ke rumah sakit. "Kami benar-benar beruntung," kata Chelsea.

Hernandez dan saudara perempuannya berbicara melalui telepon di rumah sakit pada Minggu malam. "Dia mengatakan kepada kami dia ingin memberi nama anak-anaknya dengan nama kami," kata Chelsea. (JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kecelakaan 

Berita Terkait

Busway Terguling di Gatsu

Jakarta Raya

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Mesin Mati, Truk Elpiji Disambar Kereta

Nusantara

Penabrakan Pemotor di Solo, Polisi Periksa 9 Saksi

Nusantara

IKLAN