Selasa, 18 September 2018 10:48 WIB
pmk

Megapolitan

Teror di Lingkungan Rumah Petinggi PKS, dari Telepon Gelap, Didatangi Orang Stres hingga Molotov

Redaktur:

deny iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID – Pelemparan molotov, merupakan rangkaian teror yang dialami rumah Mardani Ali Siera, Kamis dinihari (19/7). Ternyata sudah beberapa kali lingkungan tempat tinggal salah satu ketua DPP PKS yang juga pencetus #2019GantiPresiden ini mendapatkan teror. Mulai penelepon gelap, kedatangan orang stress hingga dilempar molotov.

Untungnya, molotov yang dilemparkan dua pria bermotor pada pagi buta itu tidak terbakar hingga urung menimbulkan bencana. Meski satu molotov yang terbuat dari botol kaca yang diisi minyak tanah itu sempat pecah di halaman rumah. Saat teror terjadi, Mardani juga tidak ada di rumah.

”Dulu ada yang telepon ke kantor Lembaga Tahfizh Al Quran (dikelola Yayasan Iqro) yang dekat rumah Pak Mardani. Saat itu penelepon bilang ada bom,” kata Bahrudin, satpam  di lingkungan rumah Mardani Ali Sera di Jalan Madani RT 01/09, Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi kepada INDOPOS, Kamis (19/7).

Bahrudin yang sudah bekerja empat tahun menjaga lingkungan itu menambahkan ancaman bom itu terjadi sekitar dua tahun lalu. Meski begitu, katanya juga, ancaman telepon itu tidak terbukti. Bahrudin juga menduga ancaman bom melalui telepon itu ditujukan kepada anggota DPR RI tersebut. Meski begitu, ancaman bom via telepon itu membuat khawatir para tetangga.

Selain itu juga, Bahrudin mengaku pernah didatangi seorang pria tidak dikenal. Saat itu, orang tersebut seharian duduk di dekat kantor Yayasan Iqro yang lokasinya bersebrangan dengan rumah Mardani. Setelah didatangi ternyata orang itu memiliki gangguan jiwa. ”Kasusnya selesai, karena orang itu stres dan ada yang mengenali warga sini juga,” cetusnya.

Dia juga memaparkan, Mardani sudah menempati rumah itu sejak tujuh tahun lebih. Di sana, Mardani tinggal bersama istri dan dua anaknya. ”Meski ada teror berupa bom molotov, anaknya tetap sekolah. Tadi polisi datang dan lokasi sudah diberi police line,” katanya juga.

F Prada Sandyaka, petugas keamanan lingkungan lainnya  mengatakan teror yang terjadi Kamis dinihari (19/7) itu dilakukan dua pria tak dikenal. Keduanya berpakaian gelap dan mengenakan helm saat melempar bom molotov dari depan rumah. ”Peristiwa pelemparan molotov sekitar pukul 03.00 WIB,” katanya.

Prada menceritakan, awalnya dia dan satu rekannya yang berjaga mencurigakan dua pria yang melintas di depan rumah Mardani pada pagi buta tersebut. "Saya bilang, mas mau apa, tapi kok malah lari,” terangnya.

Setelah itu, kata Prada juga, dirinya mendengar suara pecahan kaca. Saat itu juga, Prada mengecek rumah Mardani. ”Setelah saya hampiri ada botol berisi bensin yang masih utuh. Sedangkan satu lagi botolnya pecah," ujarnya juga.

Karena takut, kata dia juga, dirinya tak mengejar kedua pria yang kabur arah kebon kosong tersebut. Kasus ini lantas dilaporkan ke polisi. Tim Indentifikasi Polres Metro Bekasi Kota juga telah datang ke lokasi dan mengambil barang bukti serta memintai keterangan beberapa saksi mata.

Terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP kasus teror di rumah Mardani. Dia juga mengaku sudah memeriksa empat orang saksi, yang terdiri dari pihak keluarga dan petugas keamanan setempat.

”Dugaan kuat, dua pelaku yang melempar dua molotov ke dalam rumah, tapi tidak meledak," katanya, Kamis (19/7). Indarto mengatakan, selain pecahan botol yang dijadikan molotov, petugas juga mendapati satu botol molotov lagi yang sudah berisi minyak tanah dan siap di lemparkan dari kebon kosong di samping rumah Mardani.

Dugaannya, molotov tidak jadi di lempar setelah pihak keamanan lingkungan meneriakinya. Dia juga mengaku, tengah menyelidiki seseorang yang sebelumnya menanyakan alamat rumah Mardani pada Minggu (15/7). ”Kami juga berkordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan,” terangnya. (dny)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #teror 

Berita Terkait

Gedung Parlemen Inggris Kena Teror Lagi

Internasional

Studio Musik Rhoma Diberondong Peluru

Indotainment

Akhir Tahun Masih Rawan Aksi Teror

Nasional

Motif Serangan Teror Terhadap Polisi di Sumut

Nusantara

IKLAN