Minggu, 23 September 2018 09:29 WIB
pmk

Indobisnis

Shopee Jaring Generasi Milenial

Redaktur:

KONSEN-Shopee mengandalkan generasi milenial sebagai salah satu pendorong pertumbuhan usaha di bisnis e-Commerce. DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Shopee mengandalkan generasi milenial sebagai salah satu pendorong pertumbuhan usaha bisnis e-Commerce. Tidak hanya pelanggan, tetapi juga pekerja. Shopee telah memiliki sekitar 1.600 karyawan dalam tempo kurang dari 3 tahun. Mayoritas karyawan berusia di bawah 30 tahun. ”Di Shopee, umur karyawan bukan menjadi faktor penghalang perkembangan karyawan,” tutur Head of Human Resource Shopee Indonesia Jenie Simon dalam acara diskusi bertajuk Working with Millennials di Jakarta, Rabu (18/7).

Faktanya bilang Jenie dari total karyawan Shopee, lebih dari 90 persen karyawan dan lebih dari 60 persen top management level berusia di bawah 30 tahun. Selama karyawan, menunjukkan performa dan kemampuan memimpin positif, Shopee akan memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Sebagai generasi awal,  milenial juga merupakan pendorong utama industri e-Commerce. Terbukti generasi milenial lebih mengutamakan kenyamanan dan memilih akses mudah ke review produk dan perbandingan harga di setiap platform e-commerce. Menariknya, tren ini tercermin juga pada penjual Shopee. Di mana, 70 persen penjual di bawah usia 30 tahun termasuk generasi milenial. ”Kami terus berusaha meningkatkan platform untuk memastikan pengguna memiliki informasi dalam proses jual beli online, termasuk ketika melihat peringkat penjualan dan review produk ditampilkan toko penjual,” tambah Marketing Manager Shopee Indonesia Monica Vionna yang masih berusia di bawah 30 tahun.

Untuk mendapatkan kinerja terbaik dari karyawan milenial, Shopee Indonesia  fokus dalam tiga aspek penting sebagai berikut yaitu fisik, financial, dan psikologis. Shopee mematok total transaksi (gross merchandise value/GMV) secara regional mencapai USD 8,2 miliar atau sekitar Rp 117,3 triliun tahun ini. Target itu naik dua kali lipat dibanding realisasi tahun lalu senilai USD 4,1 miliar atau sekitar Rp 59 triliun.

Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar mencatat GMV di Asia Tenggara sudah mencapai USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,2 triliun sepanjang Kuartal I-2018. ”Kami optimistis bisa meningkat dua kali lipat tahun ini,” harapnya.

Menurutnya, aplikasi Shopee sudah diunduh sebanyak 48 juta kali sepanjang Kuartal pertama tahun ini. Jumlah itu naik signifikan dari realisasi tahun lalu hanya 25 juta unduhan. Shopee mendapat suntikan modal dari induk perusahaan, Sea Limited atau SE, sebesar USD 575 juta pada 20 Juni 2018 lalu. Tambahan modal itu diperoleh dari hasil penjualan surat utang yang dikonversi menjadi saham (convertible notes) sebesar 2,25 persen hingga 2023. Dana ini bakal dipakai untuk pengembangan bisnis. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #shopee 

Berita Terkait

IKLAN